Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahli Medis Turki Sebut Uji Coba Vaksin Corona Memberikan Harapan Positif

Para peneliti bekerja secepat mungkin untuk mengembangkan vaksin virus corona (Covid-19). Situasi saat ini, ilmuwan telah mengetahui informasi dan perilaku virus.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  11:15 WIB
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews

Bisnis.com, JAKARTA – Atila Taner Kalaycioglu, ahli medis Turki mengemukakan bahwa hasil uji coba dua vaksin virus corona (Covid-19) yang diterbitkan pekan lalu sangat menggembirakan dan menjanjikan.

Menurutnya, sementar studi vaksinal terus berlanjut secara intens, hasil yang menjanjikan diperoleh dalam fase awal yang terkait dengan dua studi, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Lancet.

“Jika semuanya berjalan dengan baik dalam uji coba fase tiga, paling baik kita bisa memiliki vaksin virus corona pada akhir tahun atau pada bulan-bulan awal 2021,” katanya seperti dikutip Anadolu Agency, Senin (27/7).

Dia melanjutkan, di tengah pandemi ini para peneliti bekerja secepat mungkin untuk mengembangkan vaksin. Situasi saat ini bukan tanpa harapan, ilmuwan telah mengetahui informasi dan perilaku virus, tetapi pengembangan vaksin memang tidak mudah.

Selama pandemi flu babi yang berlangsung sekitar 2009, pengembangan vaksin berlangsung selama 6 bulan. Adapun, data dari World Health Organization (WHO) mencatat saat ini setidaknya ada 142 kandidat vaksin dalam evaluasi praklinis dan 24 vaksin yang sudah masuk tahapan uji coba klinis.

Dua studi vaksin itu dilakukan oleh University of Oxford dengan dukungan dari AstraZeneca dan satunya dilakukan oleh perusahaan vaksin China yakni CanSino Biologics.

Temuan oleh Oxford-AstraZeneca menunjukkan bahwa kandidat vektor adenovirus aman dan menginduksi respons kekebalan tubuh pasien untuk memerangi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Sebanyak 1.077 orang berusia 18-55 tahun, tanpa riwayat infeksi virus corona terlibat dalam uji klinis fase pertama dan kedua. Subjek dilaporkan mengembangkan antibodi penawar dan sel-T yang dapat melawan virus.

CanSino Biologics menggunakan pendekatan vektor adenovirus yang serupa untuk mengembangkan vaksin buatan perusahaan, dan mengungkapkan data yang menunjukkan hasil mirip pada studi fase dua yang dijalankan.

Menurut jurnal The Lancet, kedua uji coba itu melaporkan adanya efek samping ringan dan sistemik seperti demam, kelelahan, dan nyeri di tempat suntikan. Kendati begitu, tidak ada peristiwa buruk yang dilaporkan dari dua percobaan tersebut.

Sementara itu, Journal mencatat secara keseluruhan, hasil dari dua percobaan secara luas mirip dan menjanjikan, terlepas dari perbedaan dalam vektor, di lokasi geografis populasi yang diteliti, dan tes netralisasi yang digunakan.

Kalaycioglu mengatakan bahwa dalam kedua studi, platform vektor adenoviral yang merupakan alat pengembangan vaksin telah menarik perhatian para peneliti karena potensinya untuk merangsang pengembangan respons imun alami, humoral, dan seluler.

Dia menyampaikan hasil uji coba itu telah mendorong peneliti untuk melanjutkan pengujian ke fase berikutnya. Sebagaimana diketahui, fase tiga merupakan uji coba vaksin yang diberikan kepada ribuan orang untuk menguji efikasi dan keamanannya.

Sementara itu, Kalaycioglu memperkirakan jika semuanya berjalan dengan baik, vaksin yang dihasilkan setidaknya akan memberikan perlindungan setidaknya selama 6 bulan.

Dia mengatakan ada penelitian yang merilis data positif pada uji coba vaksin virus corona tahap awal seperti kandidat perusahaan Moderna yakni mRNA-1273.

“Di negara kami [Turki], studi tentang vaksin virus corona dilakukan di universitas-universitas bergengsi. Mungkin vaksin yang aman dan efektif akan diproduksi di Turki,” tandasnya.

Setelah mengembangkan vaksin, langkah selanjutnya adalah pendistribusian ke seluruh dunia secara adil dan merata. Jadi, ketika peneliti sedang mengerjakan vaksin, persiapan lain seperti produksi dan rute distribusi perlu dipikirkan.

Sejak pertama kali muncul di Wuhan China, virus corona baru hingga kini telah menyebar ke lebih dari 150 negara dan wilayah di dunia. Lebih dari 16 juta orang telah terinfeksi dengan lebih dari 650.000 kematian terkait.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top