Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simak Tips Mengajari Anak Pilih Makanan Sehat

Anak-anak yang makan bersama keluarga lebih cenderung makan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang sehat.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  14:33 WIB
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Mengajari anak-anak untuk makan dengan baik bisa jadi rumit. Anda tentu tidak ingin memberi mereka lebih banyak fakta daripada yang bisa mereka pahami atau ubah setiap makanan menjadi ceramah. Tapi tunggu terlalu lama dan mereka bisa mengambil kebiasaan tidak sehat untuk sementara.

“Anak-anak perlu tahu bahwa setiap makanan yang mereka masukkan ke dalam tubuh memengaruhi mereka,” kata Danelle Fisher, MD, ketua pediatri di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, CA, dikutip dari Web MD, Senin (10/8/2020).

Orang tua dapat menyampaikan pesan itu dengan berbicara kepada anak-anak tentang makanan yang mereka masukkan ke dalam tubuh mereka, mengapa itu penting, dan bagaimana mereka dapat belajar membuat pilihan yang paling sehat.

1. Bukan sekedar aturan, tapi rutinitas.

Pastikan makanan sehat adalah keharusan untuk makanan keluarga Anda dan libatkan semua orang dalam memilih beberapa opsi yang bergizi dan lezat. Bawa anak-anak Anda ke toko bahan makanan atau pasar petani. Anak-anak yang lebih kecil dapat memilih buah dan sayuran segar. Anak yang lebih besar dapat mengambil peran yang lebih besar seperti memilih resep dan membuat daftar belanjaan.

2. Tunjukkan kepada anak-anak seperti apa "makan dengan benar"

Jelaskan bahwa mereka harus mengisi setengah piring mereka dengan buah dan sayuran yang memiliki nutrisi yang akan membantu tubuh mereka tumbuh. Setengah lainnya harus biji-bijian dan protein tanpa lemak yang memberi mereka energi untuk berlari, menari, dan bermain. Saat Anda memasak atau berbelanja, tunjukkan kepada mereka contoh yang berbeda dari kelompok makanan utama ini.

3. Hindari menyebut makanan "baik" atau "buruk"

Anak-anak harus belajar bahwa semua makanan memiliki tempat dalam makanan mereka. Anak-anak dapat mengonsumsi makanan "lampu hijau" seperti biji-bijian dan susu skim yang harus mereka konsumsi setiap hari dan "memperlambat" dengan makanan yang kurang sehat seperti wafel. Makanan dengan nutrisi paling sedikit, seperti kentang goreng, tidak perlu dilarang, tetapi anak-anak harus berhenti dan berpikir dua kali sebelum sering memakannya.

4. Bicarakan tentang ukuran porsi.

Yang penting bukan hanya apa yang dimakan anak-anak, tetapi seberapa banyak. Bahkan anak-anak yang masih sangat kecil pun dapat belajar bahwa jumlah nasi atau pasta yang mereka makan harus sesuai dengan ukuran kepalan tangan mereka. Protein harus seukuran telapak tangan, dan lemak seperti mentega atau mayones di ujung ibu jarinya.

5. Batasi makanan manis.

Jelaskan kepada anak-anak yang lebih tua bahwa meskipun permen dan kue rasanya enak, gula dapat membahayakan tubuh mereka lebih dari baik. Kemudian, tawarkan buah segar untuk makanan penutup dan batasi camilan menjadi dua atau tiga kali seminggu untuk mencegah keinginan akan makanan manis.

6. Bantu anak-anak tetap berhubungan dengan "isyarat lapar" mereka

Kita dilahirkan dengan mengetahui makan saat lapar dan berhenti saat kita kenyang. Tapi itu mudah diabaikan saat Anda dikelilingi oleh makanan ringan dan porsi besar. Untuk membantu anak-anak mendengarkan tubuh mereka, jangan memaksa mereka untuk "sekali lagi" atau membersihkan piring mereka. Matikan juga layar selama makan. Mereka mengalihkan perhatian anak-anak dari memperhatikan seberapa banyak mereka makan dan kapan mereka sudah cukup.

7. Contohkan kebiasaan makan yang baik

Jika Anda mendorong anak Anda untuk makan brokoli tetapi tidak pernah menyentuhnya sendiri, Anda mungkin perlu melihat lebih dekat pada diet Anda. Setiap gigitan yang Anda ambil penting. “Peragaan peran adalah salah satu cara terbaik untuk mengajak anak-anak Anda mengikuti pola makan yang lebih sehat,” kata Stephanie Middleburg, ahli diet terdaftar di New York City.

8. Makan malam bersama keluarga

Anak-anak yang makan bersama keluarga lebih cenderung makan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang sehat. Anda tidak perlu menceramahi tentang nutrisi saat Anda makan. Membuat makan bersama menjadi menyenangkan. Nyalakan musik, pilih permainan konyol untuk dimainkan, atau biarkan anak mengundang teman.

9. Periksa dengan dokter keluarga Anda

Jika Anda merasa anak Anda perlu menurunkan atau menambah berat badan, jangan lakukan diet. Sebaliknya, bicarakan dengan dokternya. “Dokter anak Anda dapat membantu Anda mendiskusikan kelompok makanan dasar, perilaku waktu makan, porsi makanan, dan berat badan,” kata Fisher.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak tips sehat makanan sehat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top