Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CDC Diam-diam Hapus OTG dari Tes Covid-19, Begini Komentar Ahli

Para ahli prihatin dengan revisi dari CDC tersebut karena penting untuk mengidentifikasi infeksi sebelum ada gejala karena saat itulah orang paling mudah menular.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  10:15 WIB
Sel virus corona - istimewa
Sel virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) diam-diam mengubah pedoman pengujian virus corona. Mereka mengecualikan orang tanpa gejala (OTG).

Melansir Insider, Rabu (26/8/2020), CDC mengatakan siapa pun yang berada dalam jarak enam kaki dari seseorang yang memiliki Covid-19 setidaknya selama 15 menit, atau berada di area penularan virus corona yang tinggi dan telah menghadiri pertemuan publik atau pribadi lebih dari 10 orang tanpa jarak fisik yang luas dan mengenakan masker, tidak perlu lagi melakukan tes virus corona kecuali mereka berada dalam populasi berisiko.

Para ahli prihatin dengan revisi dari CDC tersebut karena penting untuk mengidentifikasi infeksi sebelum ada gejala karena saat itulah orang paling mudah menular.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Covid-19 sebagian besar disebarkan oleh kaum muda yang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi."Epidemi sedang berubah," ujar Direktur regional Pasifik Barat WHO, Takeshi Kasai.

Takeshi menyebut orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an tahun semakin mendorong penyebaran. "Banyak yang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Hal ini meningkatkan risiko penyebaran ke yang lebih rentan," tegasnya.

Pada Juli, CDC sendiri memperkirakan 40 persen orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Selain itu, merrka mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari mereka yang tidak menunjukkan gejala adalah 75 persen.

"Ini berpotensi berbahaya," kata Dr. Krutika Kuppalli, seorang dokter penyakit menular di Palo Alto, California kepada Times.

Kuppalli mengatakan bahwa membatasi pengujian hanya untuk mereka yang menunjukkan gejala berarti, mereka tidak mencari banyak orang yang berpotensi menjadi penyebar penyakit.

Hingga saat ini CDC maupun Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan belum menanggapi kembali kritik dari para ahli.

Seorang perwakilan dari HHS mengatakan kepada Times bahwa keputusan untuk diuji harus dibuat dengan bekerja sama dengan pejabat kesehatan masyarakat atau penyedia layanan kesehatan berdasarkan keadaan individu dan status penyebaran komunitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top