Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Tips Ciptakan Gizi Seimbang Anak Selama Pandemi

Anak sangat rentan mengalami kekurangan gizi selama pandemi, simak 4 tips dibawah ini.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  13:20 WIB
Anak bermain bersama orangtua selama pandemi virus corona (Covid/19)
Anak bermain bersama orangtua selama pandemi virus corona (Covid/19)

Bisnis.com, JAKARTA - Selama pandemi virus corona (Covid-19) anak sangat rentan menghadapi kekurangan gizi karena risiko penurunan daya beli.

Perwakilan UNICEF mengungkapkan sebelum pandemi, sekitar 2 juta anak Indonesia menderita gizi buruk. Setelah pandemi akan ada sekitar 7 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting di Indonesia.

Unicef juga memperkirakan jumlah anak yang mengalami kekurangan gizi aku di bawah 5 tahun bisa meningkat 15 persen secara global pada tahun ini, jika tidak ada tindakan. Namun, untuk mencegah peningkatan stunting, pemerintah memperbesar bantuan sosial (Bansos) untuk keluarga miskin.

Ahli gizi dan Ketua Tim Ahli Pengembangan Panduan 'Isi Piringku'  Sri Anna Marliyati mengatakan ada empat pilar gizi seimbang untuk mencegah stunting. "Makanan bergizi seimbang terdiri dari lauk pauk, karbohidrat, buah-buahan dan sayuran," ungkapnya, Jumat (28/8/2020).

Berikut 4 pilar gizi seimbang:

1. Mengonsumsi pangan beraneka ragam

Bila anak bosan makan nasi maka bisa diganti dengan ubi, jagung, mi dan roti. Gantilah nasi dengan makanan yang mengandung karbohidrat.

Terkadang anak bosan untuk memakan telur, maka bisa diselingi dengan tahu, tempe, ikan dan daging. Begitu juga dengan sayur dan buah, hidangkan dan bentuklah buah agar menarik bagi anak.

2. Membiasakan perilaku hidup bersih

Memberikan contoh pada anak untuk selalu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban dan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, hindari kebiasaan merokok di dalam rumah. Merokok di dalam rumah bisa menimbulkan efek buruk kesehatan  jangka panjang anak-anak.

3. Melakukan aktivitas fisik

Setelah kebutuhan gizi anak tercukupi, maka anak bisa melakukan aktivitas fisik yang rutin, seperti berlari di pekarangan rumah dan senam.

Ajaklah anak senam di rumah, di lapangan atau ruang terbuka yang tidak ramai. Beraktivitas pagi hari, sebelum pukul 09.00 WIB, akan membantu anak mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.

4. Memantau untuk mempertahankan berat badan normal

Pantaulah berat badan, tinggi anak dan lingkar kepala anak. Vaksinlah anak, agar terhindar dari penyakit berbahaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak gizi olahraga Gizi Buruk
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top