Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Covid-19 bisa Alami Kerusakan Saraf Permanen jika Pakai Ventilator dalam Posisi Telungkup

Penggunaan alat ventilator bagi pasien Covid-19 dalam posisi tidur telungkup dapat menyebabkan kerusakan saraf berdasarkan studi Northwestern University (NU) Illinois Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2020  |  13:45 WIB
Sebuah ventilator ditempatkan di samping seorang pasien di ICU RS Sant Pau di Barcelona, Spanyol, Kamis (2/4/2020). - Bloomberg/Angel Garcia\\n
Sebuah ventilator ditempatkan di samping seorang pasien di ICU RS Sant Pau di Barcelona, Spanyol, Kamis (2/4/2020). - Bloomberg/Angel Garcia\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Penggunaan alat ventilator bagi pasien Covid-19 dalam posisi tidur telungkup dapat menyebabkan kerusakan saraf berdasarkan studi Northwestern University (NU) Illinois Amerika Serikat.

Kantor berita Xinhua edisi Jumat (4/9/2020) melaporkan bahwa para peneliti dari Northwestern Universitytelah menyaksikan 20 pasien dari tujuh rumah sakit berbeda yang mengalami cedera saraf akibat pemakaian ventilator dengan pisisi tidur telungkup.

Orang yang sakit kritis diperkirakan akan bangun dengan kelemahan simetris yang umum. Namun, pola kelemahan pada pasien Covid-19 menarik perhatian para peneliti selama masa rehabilitasi, karena seringkali sebuah sendi penting, seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau bahu, akan lumpuh total di satu sisi tubuh.

Cedera yang paling umum terjadi adalah ketidakmampuan mengangkat pergelangan tangan (wrist drop) atau kaki (foot drop), kehilangan fungsi tangan, dan bahu beku, suatu kondisi yang ditandai oleh kekakuan dan nyeri pada sendi bahu. Beberapa pasien bahkan memiliki empat lokasi cedera saraf yang berbeda.

Para peneliti itu meyakini bahwa kerusakan saraf merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah (karena darah membeku) dan peradangan. Sementara itu, pasien non-Covid-19 lainnya yang menggunakan ventilator dalam posisi ini jarang mengalami kerusakan saraf.

"Sungguh mengejutkan betapa besarnya masalah ini," ujar ketua penelitian Colin Franz, seorang dokter ilmuwan di Shirley Ryan AbilityLab sekaligus asisten profesor pengobatan dan rehabilitasi fisik dan neurologi di Sekolah Kedokteran Feinberg NU.

"Biasanya, orang yang sangat sakit dapat menoleransi posisi yang membantu pernapasan mereka. Namun, saraf pasien Covid-19 tidak dapat menoleransi tekanan yang umumnya dapat diterima oleh orang lain."

Berdasarkan penelitian ini dan penelitian lainnya, 12 hingga 15 persen pasien Covid-19 yang sakit sangat parah mengalami kerusakan saraf permanen. Berdasarkan jumlah pasien Covid-19 di seluruh dunia, Franz memperkirakan ribuan pasien telah terkena dampak tersebut.

Berdasarkan temuan itu, para dokter memodifikasi protokol posisi tiarap bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Northwestern Memorial untuk mencegah kerusakan saraf.

Para peneliti di NU dan Shirley Ryan AbilityLab sedang mengerjakan sebuah peta tekanan titik panas untuk sensitivitas saraf dan pencitraan radiologi untuk mendokumentasikan cedera tersebut dan sensor kulit guna membantu mengidentifikasi metode posisi "tiarap" yang lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Ventilator

Sumber : Xinhua/Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top