Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketika Bus Harus "Perpal", Lahirlah PerpalzTV di YouTube

Konten-konten yang diunggah di platform tersebut orientasinya terus berkembang mulai dari penyampaian informasi terkini, edukasi, promosi produk, hingga pengembangan bisnis oleh pelaku usaha di sektor tertentu.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 07 September 2020  |  19:53 WIB
Perpalz TV
Perpalz TV

Bisnis.com, JAKARTA - Kini, YouTube tak bisa lagi hanya dianggap sebagai platform yang kontennya hanya berorientasi pada hiburan semata.

Konten-konten yang diunggah di platform tersebut orientasinya terus berkembang mulai dari penyampaian informasi terkini, edukasi, promosi produk, hingga pengembangan bisnis oleh pelaku usaha di sektor tertentu.

Oleh karena itu, Anda tak perlu heran apabila melihat wajah pelaku usaha, khususnya pemilik perusahaan otobus di platform yang dikembangkan oleh Google itu. Karena YouTube kini telah menjelma menjadi salah satu sarana bagi mereka untuk mengembangkan bisnisnya.

Kurnia Lesani Adnan atau akrab disapa Sani merupakan salah satu pemilik perusahaan otobus yang aktif dengan konten-kontennya di YouTube.

Selain dikenal sebagai Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN) atau Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), kini Sani juga dikenal sebagai Youtuber lewat perannya sebagai pembawa acara di kanal Perpalz TV.

Perpalz merupakan plesetan dari istilah perpal, istilah yang populer di kalangan awak dan penggemar bus untuk menyebut bus yang tidak beroperasi atau libur. Perpalz TV sendiri memang lahir saat sebagian besar bus di Tanah Air tidak diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19.

“Ide Perpalz TV ini lahir ketika banyak bus tidak beroperasi. Saya bukan yang pertama [mengembangkan kanal YouTube]. Ide ini lahir justru ketika saya diundang oleh Mas Rian dari PO Haryanto untuk tampil di kanal YouTube-nya,” kata Sani ketika dihubungi oleh Bisnis belum lama ini.

Berangkat dari situ, Sani mulai berpikir untuk mengembangkan kanal YouTube untuk mempromosikan bus sebagai moda transportasi yang aman dan nyaman. Dibantu oleh kru digital media PO SAN akhirnya lahir Perpalz TV pada Juni 2020.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Angkutan Penumpang DPP Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) itu juga ingin memberikan edukasi tentang perusahaan otobus yang layak dipilih untuk bepergian.

“Salah satu tujuan Perpalz TV ini mengedukasi, memberikan informasi seperti apa sih [perusahaan] bus yang layak dipilih. Tidak hanya sekadar murah saja, masyarakat harus melek bahwa bus yang mereka naiki kelengkapannya bagaimana. Mulai dari izin trayeknya, standar keamanannya bagaimana, kendaraannya bodong atau tidak,” tuturnya.

Tak hanya itu, Perpalz TV juga disiapkan sebagai sarana belajar bagi mereka yang berkeinginan terjun ke bisnis transportasi darat, khususnya bus.

Oleh karena itu, konten-konten yang ada di kanal tersebut banyak menampilkan bincang-bincang bersama pemilik perusahaan transportasi darat terkemuka di Tanah Air.

Lewat kanal tersebut mereka membagikan kisah jatuh bangun membesarkan usahanya. Tentunya kisah tersebut layak untuk dijadikan inspirasi.

“Mereka yang ingin menjadi pengusaha bus bisa belajar disini. Belajar dari para legend dunia transportasi darat yang sukses dan juga jadi panutan saya. Jangan sampai ada yang salah belajar, itu juga jadi tujuan Perpalz TV. Legend-legend itu juga menyambut baik kehadiran Perpalz TV ini,” ujar Sani.

Perpalz TV, menurut Sani juga berhasil mengungkap hal-hal terkait dunia transportasi darat yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Salah satunya adalah filosofi dari lukisan yang ada di bus milik perusahaan otobus tertentu.

“PO Harapan Jaya itu misalnya dengan livery kudanya. Lewat wawancara di Perpalz TV akhirnya tahu kan artinya kuda-kuda itu apa. Bukan kekuatan, tapi kuda tidak pernah memakan rumput yang sudah dilewatinya alias konsisten tidak akan mundur,” ungkapnya.

Terakhir, Sani berharap kehadiran Perpalz TV bisa menggugah regulator yang dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan untuk lebih memperhatikan pelaku usaha otobus.

Selama ini, menurutnya perhatian yang diberikan oleh pemerintah masih kurang, khususnya terkait dengan upaya penertiban angkutan ilegal.

“Harapannya Perpalz TV ini bisa menghadirkan regulator untuk berbincang duduk bersama mencari solusi permasalahan dunia transportasi darat. Khususnya upaya penertiban angkutan ilegal atau bus-bus yang menyalahi aturan. Tidak fair tentunya buat kami yang patuh,” tutup Sani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube bus
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top