Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas, Makan di Restoran Lebih Berisiko Tertular Covid-19 daripada Naik Bus Umum

Temuan, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menyoroti risiko aktivitas di mana orang tidak selalu bisa memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial, seperti makan dan minum saat di restoran.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 September 2020  |  11:41 WIB
Ilustrasi virus corona di udara
Ilustrasi virus corona di udara

Bisnis.com, JAKARTA - Makan di luar mungkin memiliki risiko lebih tinggi tertular COVID-19 daripada naik transportasi umum atau potong rambut di salon, sebuah studi baru menunjukkan.

Temuan, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menyoroti risiko aktivitas di mana orang tidak selalu bisa memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial, seperti makan dan minum saat di restoran.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti menganalisis informasi dari 314 orang dewasa yang dites COVID-19 di salah satu dari 11 fasilitas perawatan kesehatan di seluruh A.S. Semua peserta telah mengalami beberapa gejala yang membuat mereka diuji. Sekitar setengah dari peserta menerima tes positif, sedangkan setengah lainnya menerima tes negatif.

Peserta diwawancarai tentang aktivitas yang mereka lakukan selama 14 hari sebelum gejala mereka mulai, termasuk pergi ke toko, gym, kantor, salon, bar atau kedai kopi; menghadiri layanan keagamaan, menggunakan transportasi umum atau makan di restoran.

Secara keseluruhan, orang yang dites positif COVID-19 dua kali lebih banyak melaporkan makan di restoran dalam 14 hari sebelum jatuh sakit daripada orang yang dites negatif. Dan ketika para peneliti mengecualikan orang yang diketahui memiliki kontak dengan COVID-19, mereka menemukan bahwa mereka yang dites positif hampir tiga kali lebih makan di restoran, dan hampir empat kali lebih pergi ke bar atau kopi dan berbelanja, dibandingkan mereka yang dites negatif.

Tidak ada aktivitas lain dari survei yang dikaitkan dengan peningkatan risiko COVID-19.

Para penulis mencatat bahwa salah satu batasan dari penelitian mereka adalah tidak membedakan antara makan di dalam dan di luar ruangan.

"Paparan dan aktivitas di mana penggunaan masker dan jarak sosial sulit dilakukan, termasuk pergi ke lokasi yang menawarkan makan dan minum di tempat, mungkin menjadi faktor risiko penting untuk infeksi SARS-CoV-2," para penulis menyimpulkan seperti dilansir dari livescience.

CDC merekomendasikan cara-cara untuk mengurangi risiko tertular COVID-19 saat makan di restoran, termasuk mengenakan masker sebanyak mungkin saat tidak makan dan menjaga jarak 1,8 meter dari orang yang tidak tinggal bersama Anda; duduk di luar jika memungkinkan, dan menelepon terlebih dahulu untuk menanyakan apakah semua staf di restoran mengenakan masker saat bekerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restoran Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top