Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gaya Hidup Sehat Meningkat, Bisnis Perlengkapan Olahraga Kian Bugar

Bisnis perlengkapan olahraga tumbuh pesat, sejalan dengan berkembangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 15 September 2020  |  16:52 WIB
Warga berolahraga di Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Warga berolahraga di Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar perlengkapan olahraga menjadi sektor yang cukup bergairah sebelum terjadinya pandemi. Kini, pelaku industri bisnis peralatan olahraga harus bekerja keras untuk memulihkan kembali permintaan pasar di tengah pelemahan daya beli masyarakat.

Industri sportswear yang merupakan sektor sekunder menghadapi tantangan yang berbeda dengan sektor primer. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan yang intensif untuk menggairahkan lagi daya tarik bagi pasar.

Masa pembukaan kembali ekonomi pun dimanfaatkan oleh para pelaku industri sportswear untuk memacu kembali penjualan secara daring dan luring.

Gayung bersambut, gairah masyarakat dalam berolahraga nyatanya kian nggi pada masa pandemi ini. Optimisme pemulihan pasar sportswear pun meningkat, dan para pelaku industri mulai melakukan pemanasan lagi agar bisa berlari cepat memacu pertumbuhan yang diyakini bakal kian besar.

Mengutip laporan Ken Research, pasar perlengkapan olahraga di Indonesia sepanjang 2013—2018 bertumbuh rerata 8,3 persen per tahun. Bahkan, lembaga riset berbasis di India ini memproyeksikan peningkatan 6,6% per tahun hingga 2023 atau mencapai Rp18,4 triliun.

Meski begitu, performa industri perlengkapan olahraga di Indonesia bisa tecermin dari kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI). Melalui anak usahanya PT MAP Aktf Adiperkasa Tbk. (MAPA), perusahaan mengendalikan ribuan gerai ritel modern pakaian dan perlengkapan olahraga yang tersebar di Nusantara dan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Pandemi tentunya berdampak signifikan terhadap bisnis MAPA. Selama kuartal II/2020 perusahaan tercatat hanya memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp653 miliar atau menurun drastis dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,96 triliun. Alhasil perusahaan mencatatkan kerugian usaha hingga Rp194,5 miliar.

Vice President Investor Relations & Corporate Communica ons Mitra Adiperkasa (MAP) Ratih D. Gianda mengatakan selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pihaknya menutup 60 persen gerai yang dimiliki, khususnya gerai-gerai yang berada di dalam pusat perbelanjaan. Selama periode tersebut perusahaan mencoba bertahan dengan menggenjot penjualan daring melalui platform dagang-el yang sudah dikembangkan sebelumnya.

"Selama periode tersebut kami meningkatkan insentif digital perusahaan sehingga pertumbuhan kinerjanya mencapai lebih dari 380% melalui situs online yang dikelola oleh perusahaan,” ungkapnya kepada Bisnis.

Pemegang lisensi penjualan merek-merek pakaian dan perlengkapan olahraga ternama dunia ini berupaya mempererat hubungan dengan pelanggan melalui program loyalty. Upaya tersebut menurutnya berhasil mendorong peningkatan penjualan lebih dari 550 persen melalui platform dagang-el MAPEMALL.

Pihaknya menggencarkan juga program promosi berupa pemberian diskon di gerai-gerai jaringan ritelnya seperti The Athlete’s Foot, Sports Station, Planet Sports Asia dan gerai eksklusif dari sejumlah merek seperti Adidas, Converse, New Balance, Skechers dan lain-lain.

“Acara promo pertengahan tahun ini memang rutin diadakan dan menjadi program tahunan yang ditunggu-tunggu oleh konsumen,” ujarnya.

Lantas, bagaimana pengaruh booming-nya gaya hidup sehat dan ak vitas olahraga terhadap penjualan pakaian dan perlengkapan olahraganya.

Ratih mengungkapkan, pendapatan bersih yang diperoleh dari jaringan ritelnya pada masa kenormalan baru ini naik hingga 15% dibandingkan dengan awal pandemi dan masa PSBB.

Selain produk-produk terkait ak vitas bersepeda, produk sepatu lari juga banyak dicari oleh konsumen yang mulai kembali beraktivitas di luar rumah. Sementara itu, Presiden Direktur PT Ace Hardware Indonesia Tbk. Prabowo Widyakrisnadi mengatakan perlengkapan olahraga, khususnya sepeda dan perlengkapan olahraga kebugaran (fitness) menjadi barang yang paling dicari di gerai-gerai Ace Hardware.

Sebagai informasi, produk yang dijual di Ace Hardware sangat bervariasi dan dibedakan menjadi 17 kategori termasuk di dalamnya perlengkapan olahraga. Prabowo optimistis angka penjualan dari gerai pemasarannya masih akan tumbuh hingga akhir tahun.

Terlebih pihaknya sudah membuka sembilan gerai baru sepanjang semester I/2020 di kota-kota baru yang belum terjangkau sebelumnya.

“Kalau kami membuka suatu toko, memang sudah ada proses yang cukup sebelum diresmikan. Jadi semuanya harus direalisasikan,” ungkapnya.

Pihaknya berkomitmen untuk membuka maksimal 15 gerai baru untuk keseluruhan tahun 2020 sesuai dengan rencana pada akhir tahun lalu. Pasalnya, 90% pendapatan perusahaan hingga saat ini masih bergantung pada penjualan di toko fisik.

Adapun, upaya untuk menggenjot penjualan daring saat ini dioptimalkan melalui situs ruparupa.com dan
layanan pemesanan menggunakan Whatsapp.

Sementara itu, Assistant Vice President (AVP) of Business Tokopedia David Kartono mengatakan pihaknya merasakan langsung ngginya animo masyarakat Indonesia terhadap aktivitas olahraga, khususnya bersepeda selama pandemi.

PERMINTAAN DI DAGANG-EL

Dia mengungkapkan transaksi sepeda dan aksesorinya melonjak hampir ga kali lipat dibandingkan dengan sebelum pandemi.

“Kami juga melihat animo yang luar biasa dari masyarakat terhadap merek [sepeda] lokal. Peluncuran sepeda Element Indonesia contohnya, disambut dengan antusiasme nggi dari masyarakat. Sebanyak 200
unit sepeda lipat terjual habis hanya dalam 40 detik,” ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya akan terus memfasilitasi pelaku usaha dari dalam negeri, khususnya pelaku usaha pakaian dan perlengkapan olahraga agar mampu beradaptasi di tengah kondisi yang cukup menantang ini.

Setali tiga uang, Vice President of Marketplace Bukalapak Kurnia Rosyada mengungkapkan penjualan produk pakaian dan perlengkapan olahraga, khususnya sepeda dan aksesorinya mengalami kenaikan signifikan sejak Maret 2020.

“Penjualan sepeda di Bukalapak juga mengalami kenaikan cukup pesat sejak Maret [2020], yaitu hingga 400%. [dibandingkan dengan sebelum pandemi],” ujarnya.

Untuk kategori sepeda, pencarian paling populer adalah sepeda lipat, dan sepeda gunung atau mountain terrain bike (MTB). Selain itu, produk aksesori sepeda seperti kacamata Google, helm sepeda MTB, serta tempat minum juga banyak dicari pembeli.

Fenomena meningkatnya permintaan sepeda dan aksesorinya selama pandemi, menurut Staff Ahli Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Yongky Susilo bahwa hal itu tak lepas dari karakteristik masyarakat Indonesia yang latah mengiku tren sesaat demi gengsi.

Namun, bisnis perlengkapan olahraga dak bisa dipandang sebelah mata. Pesatnya pertumbuhan kelas menengah di Tanah Air membuat bisnis yang satu ini mempunyai prospek yang cemerlang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda olahraga gaya hidup
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top