Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Jaga Kehamilan Sehat di Masa Pandemi Covid-19

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSIA Tambak Arie Aldila Pratama mengatakan hingga saat ini belum ada satupun guidelines yang mengatakan bahwa ketika ibu hamil terkena COVID-19, maka bayinya otomatis juga akan tertular.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 28 September 2020  |  19:57 WIB
Ilustrasi kehamilan -
Ilustrasi kehamilan -

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga saat ini, beragam penelitian masih terus dilakukan untuk memahami karakteristik virus dan dan dampak penyakit COVID-19, termasuk pada kehamilan.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSIA Tambak Arie Aldila Pratama mengatakan hingga saat ini belum ada satupun guidelines yang mengatakan bahwa ketika ibu hamil terkena COVID-19, maka bayinya otomatis juga akan tertular.

Menurut Arie, bahkan bayi-bayi yang lahir dari ibu positif Covid-19, ada yang berstatus negatif. Meskipun demikian, ibu hamil tetap perlu mewaspadai Covid-19. Sebab, wanita hamil yang terinfeksi Covid-19, berisiko mengalami gejala yang lebih berat, dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil.

“Kehamilan merupakan faktor pemberat atau komorbid. Artinya kehamilan setara dengan lansia, diabetes, dan hipertensi. Ini berarti, dampak Covid-19 pada ibu hamil sama dengan dampaknya pada lansia dan orang yang memiliki penyakit kronis lainnya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Senin (28/9/2020)

Meski demikian, ibu hamil disarankan agar tidak khawatir berlebihan. Psikolog Adityana Kasandra Putranto menjelaskan, perasaan cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil.

"Hal ini bisa berakibat meningkatnya risiko terpapar virus," tuturnya.

Menurutnya, hal yang perly dilakukan adalah meningkatkan pengawasan dan edukasi terkait kehamilan di masa pandemi Covid-19. Ada beberapa perbedaan menjaga kehamilan sehat di masa pandemi COVID-19 dan sebelum pandemi.

Pertama, terkait kontrol kehamilan di masa pandemi, frekuensi kontrol kehamilan sebaiknya dikurangi, cukup empat kali kontrol sepanjang masa kehamilan, selama kandungannya sehat.

Di trimester pertama, kontrol kehamilan satu kali, yaitu di usia kehamilan 11-13 minggu. Di trimester kedua juga kontrol satu kali, di usia kehamilan 20-24 minggu. Di trimester ketiga, kontrol kehamilan dilakukan di usia kehamilan 32 minggu dan di atas 36 minggu.

Menurut Arie, rekomendasi tersebut berlaku untuk ibu hamil yang tidak memiliki masalah kehamilan, seperti muntah-muntah hebat, perdarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, hipertensi, atau tidak merasakan gerak janin sama sekali.

Langkah kedua adalah menjalani protokol pencegahan penularan Covid-19. Ibu hamil harus memakai masker dan face shield setiap keluar rumah. Dari segi nutrisi, jika ibu hamil sudah memenuhi nutrisi kehamilan, maka hal tersebut sudah cukup untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hamil pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top