Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Relawan Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Meninggal Seorang Dokter, Disuntik Plasebo?

Badan Pengawasan Kesehatan Nasional Brasil, yang mengawasi beberapa uji coba vaksin, mengatakan orang tersebut secara sukarela menerima kandidat vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan diproduksi oleh AstraZeneca.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  08:49 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar terbaru dari relawan uji vaksin buatan AstraZeneca dan Oxford yang meninggal selama uji di Brasil disebutkan karena menerima plasebo.

Badan Pengawasan Kesehatan Nasional Brasil, yang mengawasi beberapa uji coba vaksin, mengatakan orang tersebut secara sukarela menerima kandidat vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan diproduksi oleh AstraZeneca.

Regulator kesehatan nasional Brasil, Anvisa, mengonfirmasi telah diberitahu tentang kasus tersebut pada 19 Oktober.

Beberapa media lokal termasuk surat kabar Globo menyebutkan relawan itu telah menerima plasebo, bukan vaksin uji.

Laporan media mengatakan sukarelawan itu adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang bekerja di garis depan pandemi yang meninggal karena komplikasi Covid-19.

Dia telah merawat pasien Covid-19 sejak Maret di ruang gawat darurat dan unit perawatan intensif di dua rumah sakit di Rio de Janeiro, kata Globo.

Dia lulus dari sekolah kedokteran tahun lalu, dan dalam keadaan sehat sebelum tertular penyakit itu, kata keluarga dan teman-temannya kepada surat kabar tersebut.

"Setelah penilaian yang cermat atas kasus ini di Brasil, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis, dan tinjauan independen selain regulator Brasil telah merekomendasikan agar uji coba tersebut dilanjutkan," kata Oxford dalam sebuah pernyataan.

Bahkan, dikutip dari Bloomberg, disebutkan jika peserta di di Brasil itu belum menerima suntikan perusahaan, menurut orang yang mengetahui masalah tersebut, dan enggan menyebutkan namanya. 

Sementara itu, AstraZeneca mengatakan karena kerahasiaan medis, mereka tidak dapat memberikan rincian tentang sukarelawan individu mana pun, tetapi tinjauan independen itu "tidak menimbulkan kekhawatiran tentang kelanjutan studi yang sedang berlangsung".

D’Or Teaching and Research Institute (IDOR), yang membantu mengelola tes di Brasil, mengatakan tinjauan independen "tidak menimbulkan keraguan tentang keamanan studi, dan merekomendasikannya untuk dilanjutkan".

Oxford dan AstraZeneca sebelumnya harus menangguhkan pengujian vaksin pada bulan September ketika seorang sukarelawan di Inggris mengalami penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

Uji coba dilanjutkan setelah regulator Inggris dan tinjauan independen menyimpulkan penyakit itu bukan efek samping dari vaksin.

Setengah dari relawan dalam uji klinis tahap akhir, berdasarkan studi double-blind, acak, terkontrol memang menerima plasebo, kata IDOR. Sejauh ini, sekitar 8.000 sukarelawan telah divaksinasi di Brasil, dan lebih dari 20.000 di seluruh dunia, katanya.

Peserta studi haruslah dokter, perawat, atau pekerja sektor kesehatan lainnya yang rutin berhubungan dengan virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top