Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Covid-19 Hanya Akan Efektif Bekerja 30 Persen

Peter Doshi, asisten profesor penelitian layanan kesehatan farmasi di Sekolah Farmasi Universitas Maryland, dalam sebuah esai, menyebut beberapa vaksin kemungkinan besar dapat mengurangi risiko infeksi Covid-19 hanya sebesar 30 persen.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  15:57 WIB
Ilustrasi tes Virus Corona. - Antara
Ilustrasi tes Virus Corona. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar kesehatan di Inggris mengatakan uji coba fase 3 vaksin Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini belum ada yang dapat membuktikan produk mereka mencegah orang tertular virus tersebut.

Peter Doshi, asisten profesor penelitian layanan kesehatan farmasi di Sekolah Farmasi Universitas Maryland, dalam sebuah esai, menyebut beberapa vaksin kemungkinan besar dapat mengurangi risiko infeksi Covid-19 hanya sebesar 30 persen.

"Tak satu pun dari uji coba yang saat ini sedang berlangsung dirancang untuk mendeteksi pengurangan hasil serius seperti masuk rumah sakit, penggunaan perawatan intensif, atau kematian," tulisnya seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (22/10/2020).

Dia menambahkan tidak ada vaksin yang sedang dipelajari untuk menentukan apakah mereka dapat menghentikan penularan virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi 42 kandidat vaksin dalam uji klinis, 10 di antaranya berada dalam tahap paling lanjut atau tahap 3. Di sinilah efektivitas vaksin diuji dalam skala besar, umumnya melibatkan puluhan ribu orang di beberapa benua.

Tetapi Doshi mengatakan bahwa bahkan uji coba paling canggih pun hanya mengevaluasi penyakit ringan daripada penyakit parah.

Menurutnya ini mungkin tergantung pada jumlah orang yang terlibat dalam uji coba, menunjukkan bahwa sebagian besar infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi melibatkan gejala ringan atau tanpa gejala.

Jika ada, hanya sedikit uji coba terkini yang dirancang untuk mencari tahu apakah ada manfaat di antara para lansia, konstituensi utama yang berisiko.

Tanpa mendaftarkan sukarelawan yang lemah dan lanjut usia dalam uji coba dalam jumlah yang memadai, Doshi menilai hanya ada sedikit dasar untuk mengasumsikan manfaat apa pun terhadap rawat inap atau kematian.

Dia menambahkan bahwa anak-anak, orang yang mengalami gangguan kekebalan, dan wanita hamil sebagian besar telah dikecualikan dari uji coba, sehingga tidak mungkin eksperimen tersebut akan mengatasi celah utama dalam memahami bagaimana Covid-19 berkembang secara berbeda di antara individu.

Di sisi lain, banyak negara berencana untuk memprioritaskan orang-orang yang rentan setelah vaksin tersedia, tetapi Doshi mengatakan mereka harus menunggu jika ingin pandemi ini berakhir.

Dikatakannya bahwa beberapa perusahaan farmasi telah merancang studi mereka untuk mendeteksi pengurangan risiko relatif setidaknya 30 persen pada peserta yang mengembangkan Covid-19 yang dikonfirmasi oleh laboratorium.

Studi terbaru juga mengonfirmasi bahwa ada kemungkinan seseorang terinfeksi kembali Covid-19, suatu perkembangan yang dapat memengaruhi cara pemerintah membentuk rencana vaksinasi mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top