Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waspadai Reaksi yang Ditimbulkan Setelah Vaksinasi

Reaksi vaksin yang disuntikkan pada tubuh manusia bakal berbeda-beda, mulai dari nyeri, bengkak, pusing hingga nyeri otot.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  14:08 WIB
rnSeorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters
rnSeorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Idris Rengganis berulang kali mengungkapkan jangan tergesa-gesa untuk melakukan vaksinasi virus corona (Covid-19).

Secara umum vaksinasi yang diberikan kepada seseorang akan merangsang sistem imunitas dalam tubuh seseorang. Sementara imunitas adalah mekanisme tubuh manusia untuk melawan dan memusnahkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh manusia.

"Kita tidak bisa memaksa membuat vaksin segera. Tubuh kita tidak bisa dirangsang kode bahaya," ungkap Idris dalam siaran Indonesia Lawyers Club Selasa malam (27/10/2020).

Setelah melakukan vaksinasi atau imunisasi, untuk beberapa vaksin akan ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) karena sama seperti produk farmasi lain, vaksin tidak bebas dari efek samping.

KIPI yaitu setiap kejadian medis yang tidak diinginkan terjadi setelah pemberian imunisasi, dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin, walaupun vaksin yang digunakan telah sangat aman dan efektif.

KIPI yang umumnya terjadi sangat ringan seperti demam dan kemerahan di lokasi suntikan tetapi reaksi berat bisa berupa kejang dan syok anafilaksis walaupun sangat jarang terjadi.

Gejala KIPI bisa berupa gejala ringan yang dirasakan seperti tidak nyaman atau berupa kelainan hasil pemeriksaan laboratorium. Berikut beberapa reaksi ringan vaksin:

- Biasanya terjadi beberapa jam setelah pemberian imunisasi.

- Biasanya reaksi hilang dalam waktu singkat dan tidak berbahaya.

- Reaksi lokal, termasuk nyeri, bengkak, atau kemerahan di lokasi suntikan.

- Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh, badan lemah, pusing, dan nafsu makan turun.

Reaksi vaksin ringan ini juga biasa ditemui pada vaksin campak, polio, pertusis, tetanus, dan lainnya. Reaksi vaksin ringan ini pun terjadi karena reaksi dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Selain reaksi ringan juga terdapat beberapa reaksi berat walaupun jarang terjadi:

- Biasanya tidak menimbulkan masalah jangka panjang.

- Dapat menimbulkan kecacatan.

- Jarang mengancam jiwa.

- Termasuk kejang, trombositopenia, hypotonic hyporesponsive episode (HHE), dan menangis terus-menerus. Kemudian reaksi alergi yang timbul sebagai akibat reaksi tubuh terhadap komponen tertentu yang ada di dalam vaksin.

Reaksi-reaksi berat ini harus segera dilaporkan kepada petugas kesehatan. Kemungkinan reaksi ini juga akan timbul ketika kita akan melakukan vaksin Covid-19 nanti. Oleh karenanya Idris menekankan bahwa keamanan menjadi hal yang diutamakan saat pembuatan vaksin ini.

Idris pun mengingatkan bahwa setelah vaksin ini nantinya ada protokol kesehatan masih tetap harus dijalankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top