Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 5 Jenis Sakit Kepala, Gejala dan Penyebabnya

Sakit kepala bisa saja terjadi karena perubahan hormon hingga stres yang berkepanjangan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  16:16 WIB
Sakit kepala - boldsky.com
Sakit kepala - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sakit kepala menjadi masalah paling sering diderita orang-orang dan sakit kepala memiliki cukup banyak penyebab.

Stres bisa menjadi salah satu faktor penyebab sakit kepala yang paling umum, selain itu migrain atau sinus juga bisa menjadi penyebabnya. Tak hanya itu, kurang tidur juga menjadi faktor penyebab sakit kepala.

Namun jika rasa sakitnya terus-menerus maka akan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Mengutip dari Times of India, berikut berbagai jenis sakit kepala:

1. Sakit kepala karena saraf tegang

Ini disebabkan oleh stres. Anda bisa merasa nyeri selama sakit kepala bersama dengan kepekaan di sekitar leher, dahi, kulit kepala dan otot bahu. Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas bisa meredakan sementara sakit kepada jenis ini.

Namun, bila sakit kepala terus berlanjut maka sebaiknya bicarakan dengan dokter Anda jika diperlukan.

2. Sakit kepala pasca-trauma

Sakit kepala jenis ini terjadi setelah cedera kepala yang terasa seperti migrain atau nyeri tipe tegang. Sakit kepala ini berlangsung hingga 6 hingga 12 bulan setelah cedera. Ini bisa hilang setelah 48 jam, tetapi jika rasa sakit masih ada, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

3. Sakit kepala karena hormon

Sakit kepala karena hormon terjadi karena fluktuasi hormonal. Haid, pil KB, kehamilan mempengaruhi kadar estrogen kita, akibatnya kita menderita sakit kepala hormon.

Nyeri ini berhubungan dengan siklus menstruasi kita sehingga dikenal sebagai migrain menstruasi. Sebagian besar wanita menderita nyeri ini selama atau sebelum menstruasi.

Cobalah teknik relaksasi, akupunktur, yoga, dll untuk mengurangi rasa sakit dan menjalani pola makan yang sehat.

4. Sakit kepala karena kafein

Konsumsi minuman berkafein yang berlebihan bisa menyebabkan sakit kepala ini. Kafein memengaruhi aliran darah di otak kita. Jadi, ketika kita terpapar minuman berkafein secara teratur, maka kimiawi otak kita berubah. Nah, jika rutinitas diubah, maka memicu sakit kepala. Jadi, pantau terus dan jadikan konten kafein Anda stabil. 

5. Sakit kepala hipertensi

Hal ini disebabkan karena tekanan darah tinggi dan gejalanya adalah perubahan penglihatan, nyeri dada, sesak napas, mati rasa, dll. Sakit kepala ini terjadi di kedua sisi kepala dan mulai memburuk dengan aktivitas apapun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat sakit kepala
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top