Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Corona Global: Jumlah Kasus 59,1 Juta, Sembuh 40,8 Juta

Mengutip data Worldometers per Senin (23/11/2020) pukul 20.39 WIB, jumlah kasus corona di dunia mencapai 59.118.313 jiwa, kasus kematian 1.395.931, dan pasien sembuh 40.892.476 jiwa.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 23 November 2020  |  20:59 WIB
Petugas medis merawat pasien yang terinfeksi Virus Corona di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters
Petugas medis merawat pasien yang terinfeksi Virus Corona di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pasien yang terjangkit virus corona mencapai 59,11 juta orang di seluruh dunia. Sejumlah negara mencatatkan kenaikan kasus, sedangkan ada juga yang menunjukkan perbaikan.

Mengutip data Worldometers per Senin (23/11/2020) pukul 20.39 WIB, jumlah kasus corona di dunia mencapai 59.118.313 jiwa, kasus kematian 1.395.931, dan pasien sembuh 40.892.476 jiwa.

Mengutip Bloomberg, California melaporkan rekor infeksi untuk hari kedua berturut-turut karena total kasus di AS melampaui 12 juta jiwa. New Jersey juga memecahkan rekor, melewati 300.000 kasus.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS meningkatkan peringatannya agar tidak bepergian dengan kapal pesiar. Adapun, kasus dan kematian melambat di Inggris dan Italia.

Kasus virus Prancis naik 17.881 menjadi 2,13 juta pada hari Sabtu, dengan laju infeksi baru melanjutkan perlambatan selama dua minggu terakhir. Rata-rata tujuh hari kasus baru turun menjadi 24.636 kasus, terendah dalam sebulan dan kurang dari setengah dari kecepatan dua minggu lalu.

Tingkat tes positif turun menjadi 14,8 persen, turun 0,2 persen dari hari sebelumnya dan turun dari lebih dari 20 persen pada minggu pertama November. Kematian terkait virus meningkat 253 menjadi 48.518.

Rata-rata tujuh hari turun menjadi 610 kematian, dibandingkan dengan puncak gelombang pertama lebih dari 900 kematian setiap hari pada awal April.

Hong Kong dan Singapura akan menunda gelembung perjalanan (travel bubble) bebas karantina pertama di dunia selama dua minggu setelah lonjakan infeksi di Hong Kong. Hal itu menjadi kemunduran bagi maskapai penerbangan dan bisnis pariwisata andalan mereka yang ingin memulai pemulihan.

Di bawah kesepakatan saat ini antara dua pusat keuangan, pengaturan ditangguhkan selama dua minggu jika rata-rata pergerakan tujuh hari dari kasus yang tidak terkait naik menjadi lima di kedua kota.

Rata-rata naik menjadi 3,9 pada hari Sabtu dari 2,1 sehari sebelumnya. Rincian pengenalan ulang resmi rencana tersebut akan diumumkan awal bulan depan, menurut Edward Yau, sekretaris perdagangan dan pengembangan ekonomi Hong Kong.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19

Sumber : bloomberg, worldometers

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top