Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-hati Tertular Covid-19, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Bila dibandingkan dengan masa awal pandemi, kepatuhan terhadap protokol kesehatan dikhawatirkan akan menurun karena mereka sudah mulai jenuh terhadap kondisi pandemi yang berkepanjangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  17:45 WIB
Warga beraktivtas dengan memakai masker - Reuters
Warga beraktivtas dengan memakai masker - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jawa Tengah dr. Indah Rahmawati, Sp.P mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan saat berada di tempat wisata.

"Saat di tempat wisata selalu terapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan," kata Indah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (31/12/2020).

Dia mengatakan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan harus terus ditingkatkan.

"Kesadaran untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam segala kesempatan jangan sampai kendur, jadikan disiplin tersebut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," katanya.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu juga menambahkan bila dibandingkan dengan masa awal pandemi, kepatuhan terhadap protokol kesehatan dikhawatirkan akan menurun karena mereka sudah mulai jenuh terhadap kondisi pandemi yang berkepanjangan.

"Karenanya kepatuhan menerapkan protokol kesehatan harus terus dijaga dengan baik termasuk juga saat berada di tempat wisata," katanya.

Menurutnya, musim libur Tahun Baru 2021 ini akan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengunjungi objek wisata sehingga sosialisasi terkait protokol kesehatan harus terus dioptimalkan.

"Satu hal yang perlu saya ingatkan, saat berada di objek wisata dan ingin makan di tempat makan maka pastikan tetap menjaga jarak, jarak meja makan yang berjauhan, ventilasi atau konsep ruangan alam terbuka bisa mengurangi risiko penyebaran dan penularan Covid-19," katanya.

Dia menambahkan pengelola objek wisata juga perlu memastikan wisatawan tetap menjaga jarak saat berada di lokasi objek wisata.

Sementara itu dia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari kerumunan saat malam tahun baru guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Saran saya agar merayakan tahun baru bersama keluarga di rumah dan tidak mengadakan kegiatan berkerumun karena pasti sulit untuk bisa jaga jarak," katanya.

Dia menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 masih belum berakhir sehingga masyarakat masih harus terus memperkuat penerapan protokol kesehatan.

"Terus perkuat pemakaian masker, menjaga jarak dan juga mencuci tangan, karena hingga menjelang akhir tahun ini pandemi Covid-19 masih terjadi. Selalu menjaga protokol kesehatan sudah terbukti bermanfaat dalam mencegah dan menghindari penularan Covid-19," katanya.

Sementara itu, menurut dia, pada malam pergantian tahun biasanya masyarakat akan melakukan banyak kegiatan bersama, berkumpul dan menghabiskan malam dengan menyalakan kembang api atau meniup terompet.

"Secara medis kebiasaan ini sangat berpotensi mempermudah penularan virus karena kegiatan meniup terompet mengharuskan orang membuka mulut dan melepas masker sehingga droplet akan mudah terlepas keluar pada saat meniup," katanya.

Selain itu, kegiatan berkerumun saat malam tahun baru, kata dia, juga meningkatkan bahaya penularan karena akan sulit menjaga jarak dan berpotensi berdesakan.

Dalam kondisi demikian, kata dia, penerapan protokol kesehatan khususnya menjaga jarak akan sulit diterapkan sehingga sebaiknya masyarakat menghindari kerumunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top