Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memahami Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Anosmia

Anosmia juga termasuk dalam salah satu gejala Covid-19 yang cukup lazim ditemukan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  10:05 WIB
Ilustrasi Anosmia
Ilustrasi Anosmia

Bisnis.com, JAKARTA -- Anosmia atau kondisi di mana seseorang tidak bisa mencium bau atau adalah masalah kesehatan yang terasa sepele,  tetapi sangat mengganggu. Selain mengalami gangguan indra penciuman, penderita anosmia juga tidak peka rasa.

Kondisi ini membuat nafsu makan penderita anosmia menurun. Tak hanya itu, apabila berlangsung lama, orang yang tidak bisa mencium bau dan rasa dapat mengalami frustasi.

Anosmia juga tidak bisa dianggap sepele. Kondisi medis ini juga termasuk dalam salah satu gejala Covid-19 yang cukup lazim ditemukan.

Mengutip situs artikel kesehatan dari Amerika Serikat, WebMD, penyebab anosmia bisa terkait gangguan pernapasan sampai kerusakan saraf, antara lain:

  • Hidung tersumbat karena pilek, alergi, atau infeksi sinus.
  • Polip hidung atau pertumbuhan benjolan di hidung dan sinus.
  • Cedera pada hidung dan saraf karena operasi atau benturan di kepala.
  • Efek samping obat tertentu seperti antibiotik, antidepresan, antiperadangan, obat jantung, dll.
  • Penurunan fungsi indra penciuman karena pertambahan usia.
  • Efek samping terapi radiasi untuk kanker kepala dan leher Kondisi medis seperti penyakit alzheimer, parkinson, multiple sclerosis, kurang gizi, gangguan hormon.
  • Penyakit anosmia bawaan.

Adapun lazimnya, anosmia dapat sembuh dengan sendirinya, seiring dengan sembuhnya penyakit yang meyertai. Namun bila tidak juga membaik, Anda harus melakukan konsultasi ke dokter segera.

Selain pengobatan medis, Anda juga bisa mencoba menyembuhkan Anosmia dengan terapi bau untuk mengasah kepekaan indra penciuman. Sejumlah penelitian menunjukkan, terapi indra penciuman efektif merangsang mekanisme pemulihan alami tubuh yang tidak peka bau.

Terapi ini dapat menggunakan minyak esensial untuk memicu respons sensorik. Beberapa jenis minyak esensial yang digunakan memiliki aroma tajam seperti kayu manis, vanita, jeruk, dan pisang.

Para pasien diarahkan membuka stoples dengan aroma tertentu, lalu diarahkan memfokuskan pikiran dan ingatannya pada bau tersebut. Durasi setiap mengingat bau setidaknya 20 detik.

Setelah kelar satu aroma, penderita anosmia lantas menjajal aroma lainnya, sampai beberapa macam. Terapi indra penciuman ini biasanya dilakukan dua kali sehari selama beberapa minggu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top