Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asosiasi RS Swasta: Belum Ada Petunjuk Teknis Vaksinasi Corona Mandiri

Iklan layanan vaksinasi virus corona (Covid-19) secara mandiri mulai bermunculan di media sosial untuk memutus pandemi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  03:05 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin virus corona (Covid-19) produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Youtube - BPMI
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin virus corona (Covid-19) produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Youtube - BPMI

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapan rumah sakit swasta mulai mengiklankan pemesanan dan pembayaran di awal (preorder) vaksinasi Covid-19 mandiri untuk masyarakat setelah vaksinasi corona perdana dilakukan pada Rabu (13/1/2021).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Indonesia. Vaksin yang diberikan ke orang nomor satu di Tanah Air itu adalah vaksin Sinovac yang belum lama ini mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization)/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jaringan rumah sakit Primaya Hospital menjadi salah satu rumah sakit swasta yang mengiklankan vaksinasi Covid-19 mandiri. Iklan tersebut diiunggah di akun Instagram resmi Primaya Hospital @primayahospital.

Jaringan rumah sakit yang dahulu bernama Awal Bros itu juga memberikan tautan untuk pendaftaran secara daring.

"Primaya Hospital d/h RS Awal Bros Tak kenal maka tak kebal. Manfaatkan program Pre-registrasi Vaksin Covid-19 Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital terdekat Daftarkan diri kamu sekarang di https://primayahospital.com/vaksin-covid-19/," tulis Primaya Hospital

Selain jaringan rumah sakit Primaya Hospital, Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta juga sempat mengiklankan vaksinasi mandiri Covid-19 lewat unggahan di akun Instagram resmimya. Namun, unggahan tersebut saat ini sudah dihapus tanpa diketahui alasannya.

Lewat unggahan yang dihapus itu, RSU Bunda Jakarta juga menyertakan tautan pendaftaran bagi masyarakat yang menginginkan vaksinasi Covid-19 mandiri. Pelaksanaan vaksinasi disebut mengikuti ketentuan pemerintah.

"Daftarkan vaksinasi mandiri Covid-19 di RS Bunda dengan cara klik link berikut: http://bit.ly/VaksinCovid19-Bunda. Informasi lebih lanjut, hubungi Call Center RS Bunda di 1-500-799," tulis RSU Bunda Jakarta.

Terkait dengan iklan vaksinasi corona (Covid-19) mandiri oleh sejumlah rumah sakit swasta, Wakil Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSSI) Noor Arida Sofiana mengatakan pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknis untuk vaksinasi mandiri diluar program pemerintah.

"Bila sudah ada petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan terkait vaksinasi mandiri ini pada prinsipnya rumah sakit swasta siap membantu program vaksinasi," katanya kepada Bisnis, Rabu (13/1/2021). 

Oleh karena itu, Arida belum bisa menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme vaksinasi Covid-19 mandiri di rumah sakit swasta, termasuk vaksin apakah yang nantinya akan digunakan dan berapa harganya. Sejauh ini, pihaknya masih fokus pada pemberian vaksin virus corona kepada tenaga kesehatan sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemenkes.

Adapun, vaksinasi mandiri Covid-19 yang sudah diiklankan dan dibuka pendaftarannya Arida menyebut kemungkinan akan ditunda lantaran persediaan vaksin masih sangat terbatas.

"Untuk iklan vaksinasi mandiri  ini mungkin hanya melihat respon masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi dan baru akan dilakukan pre-order setelah ada petunjuk teknis pelayanan vaksinasi mandiri dari Kemenkes," tutur Arida.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit Vaksin Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top