Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hi Ladies, Begini Cek Kesehatan Reproduksi Sesuai Usiamu

Anak perempuan berusia 11 tahaun dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV untuk mencegahmenyebabkan kanker, seperti kanker serviks.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  10:36 WIB
Pengecekan kesehatan reproduksi harus dilakukan sesuai dengan usia. - Guardian
Pengecekan kesehatan reproduksi harus dilakukan sesuai dengan usia. - Guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Penting bagi wanita selalu memeriksakan kesehatan dirinya. Pasalnya, mereka rentan terkena penyakit kronis seperti kardiovaskular, kanker, dan diabetes.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 38 persen wanita menderita satu atau lebih penyakit kronis, dibandingkan dengan 30 persen pria. Menangani penyakit kronis seringkali sulit bagi wanita yang tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun.

Konsultan Kebidanan dan Ginekolog di Rumah Sakit Ibu, Noida, India, Dr Manisha Ranjan, mengatakan 70 persen masalah kesehatan serius yang dialami seorang wanita di usia lanjut sebenarnya dapat dicegah asalkan dia melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Namun sangat disayangkan banyak wanita yang tidak memperhatikan kesehatannya, hingga akhirnya terlambat untuk ditangani.

"Wanita mengalami tantangan perawatan kesehatan yang unik dan kebanyakan didiagnosis pada tahap terakhir," ujarnya seperti dilansir dari Indian Express, Senin (25/1/2021). Oleh karena itu, Manisha membagikan pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan wanita sesuai kelompok umur.

1. Usia 11-12 tahun

Vaksinasi human papillomavirus (HPV) dianjurkan bagi semua anak perempuan untuk perlindungan dari jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker, seperti kanker serviks.

Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi virus yang paling umum pada saluran reproduksi dengan sebagian besar pria dan wanita yang aktif secara seksual mengalaminya di beberapa titik dalam hidup mereka. Seks penetrasi tidak penting untuk penularan seksual karena kontak kelamin kulit-ke-kulit adalah cara penularan yang sudah dikenal.

Namun, infeksi HPV biasanya hilang dalam beberapa bulan setelah penularan dengan hampir 90 persen dari kasus tersebut hilang dalam dua bulan.

Kunjungan ke ginekolog untuk pemeriksaan tahunan adalah suatu keharusan. Jika seorang wanita mengamati adanya benjolan di payudara, gejala seperti nyeri di vagina atau pendarahan abnormal dari rahim, maka dia harus segera mengunjungi dokter kandungannya.

Ginekolog juga akan membantu menangani masalah termasuk kehamilan yang tidak diinginkan, kesuburan, menstruasi, dan menopause.

2. Usia 21-29 tahun

CDC merekomendasikan bahwa semua wanita yang termasuk dalam kelompok usia 21 dan 65 tahun harus menjalani tes papsmear secara berkala. Namun, National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan bahwa anak perempuan di bawah usia 21 tahun harus menahan diri dari papsmear. Pada saat yang sama, mereka juga menyarankan bahwa wanita di atas 65 tahun tidak boleh melakukan papsmear kecuali dalam keadaan tertentu, seperti hasil abnormal atau peningkatan faktor risiko kanker.

3. Usia 30 tahun

Lanjutkan tes papsmear dan tes HPV Anda. Jika laporan tes HPV Anda normal, Anda perlu melakukan tes papsmear setiap lima tahun.

4. Usia 40 tahun

Seseorang harus mulai melakukan mamogram, rontgen payudara Anda, pada saat ini. Jika kanker payudara terdeteksi tepat waktu, maka kemungkinan kesembuhannya juga menjadi tinggi. Oleh karena itu, mamogram secara teratur sangat penting untuk menemukan kanker payudara sejak dini. Pastikan Anda tidak menjalani mammogram seminggu sebelum menstruasi karena saat ini payudara Anda sudah empuk. Hindari memakai parfum atau deodoran pada hari pemeriksaan mammogram.

5. Usia 45-50 tahun

Jalani tes kanker usus besar. Jika Anda mengalami perubahan terus-menerus dalam buang air besar Anda termasuk diare atau sembelit atau pendarahan di tinja, ada kemungkinan Anda sedang melalui tahap awal kanker usus besar. Direkomendasikan untuk memulai skrining saat Anda mendekati usia 50.

6. Usia 65 tahun ke atas

Pada usia ini, tulang juga semakin lemah dan seseorang harus berbicara dengan dokter tentang konsumsi suplemen kalsium.

Bukan hal yang aneh jika lansia menjadi lesu dan mengendur ketika diminta untuk mengikuti aturan diet yang ketat. Ini mungkin karena kelelahan, depresi, masalah gigi, dan banyak lagi. Namun pastikan para lansia makan dengan baik, sebab jika tidak, mereka rentan terhadap penurunan kekebalan, sembelit, tulang lemah, diabetes, dan tekanan darah tinggi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan perempuan reproduksi
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top