Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Pandemi Covid-19 Bisa Menyebabkan PTSD

Ahli Psikologi menyebut kelompok yang rentan terserang Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah para penyintas Covid-19, pasien Covid-19, remaja, dan tenaga kesehatan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  14:41 WIB
Ilustrasi Depresi - Istimewa
Ilustrasi Depresi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Ahli psikologi menyatakan bahwa rentang usia 18 - 30 tahun atau biasa disebut milenial dan generasi Z menjadi kalangan yang paling mudah terserang stres ketika menghadapi Covid-19, baik yang terpapar maupun yang tidak.

Sekjen Asian Federation of Psychiatric Associations Nova Riyanti mengatakan mereka yang rentan terserang Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) antara lain para penyintas Covid-19, pasien Covid-19, remaja, dan tenaga kesehatan.

Nova menyebutkan, pada sebuah penelitian di China yang melibatkan 570 responden remaja 18 tahun hingga remaja akhir 30 tahun didapatkan 12,8 persen mengalami gejala PTSD karena cara menghadapi masalahnya kurang baik.

Kemudian, dari tenaga kesehatan, berdasarkan penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh FKUI, bahwa angka gejala PTSD di Indonesia juga tinggi.

“Karena ada prinsip dalam diri manusia bahwa ketika satu masalah bisa saja berlalu tapi belum terlupakan. Ada hal-hal yang dialami, walaupun secara tidak langsung, tapi tetap tidak terlupakan,” kata Nova pada konferensi pers BNPB, Rabu (17/2/2021).

PTSD pada tenaga kesehatan juga terjadi di New York. Pada penelitian April 2020, disebutkan perawat berpotensi terserang PTSD lebih tinggi, karena mereka lebih lama berinteraksi dengan pasien. Baru kemudian disusul oleh dokter.

Selain itu, jurnalis juga banyak mengalami gejala PTSD. Hal ini bahkan diteliti di beberapa negara sekaligus.

“25 persen merasa cemas, 20 persen depresi, 80 persen distres emosional dan perempuan lebih menunjukkan PTSD. Tapi 52 persen dari jurnalis tersebut kemudian menjalankan pskoterapi dan ada perbaikan dari gejala-gejala cemas dan gejala PTSD,” jelasnya.

Oleh karena itu, Nova mengatakan, lebih cepat intervensinya, hasilnya akan lebih baik.

“Masalah mental ini serius karena nanti akan mempengaruhi proses pemulihan dan kalau tidak ditangani dia bisa mengalami disfungsi sosial, pekerjaan, dan lainnya, serta bagaimana dia menatap hidup dia ke depan,” imbuhnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona generasi milenial Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top