Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penderita Rematik Harus Dapat Vaksin Covid-19 Paling Awal

Untuk mencegah komplikasi yang lebih parah pada penderita rematik, maka mereka harus mendapatkan vaksin virus corona (Covid-19) lebih awal.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  14:16 WIB
Penderita rematik, radang sendi wajib mendapatkan vaksin virus corona lebih awal - Istimewa
Penderita rematik, radang sendi wajib mendapatkan vaksin virus corona lebih awal - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Orang yang memiliki gangguan radang sendiri/ rematik atau reumatoid sangat disarankan untuk mendapatkan suntikan vaksin virus corona (Covid-19) lebih awal.

American College of Rheumatology (ACR) pada 8 Februari merilis pedoman di mana mereka dengan jelas menyatakan bahwa orang yang menderita penyakit autoimun dan inflamasi rematik (AIIRD) harus diprioritaskan, untuk mencegah komplikasi yang lebih parah bisa terinfeksi virus corona jenis baru (Covid-19).

Adapun reumatoid adalah penyakit inflamasi atau autoimun yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ini termasuk kondisi seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

Mengutip dari Times of India, Rabu (3/3/2021), dua vaksin virus corona bisa  membantu orang yang penyakit rheumatoid kebal terhadap infeksi virus corona (Covid-19). “Biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk membangun kekebalan dan memberikan perlindungan terhadap virus setelah mendapatkan suntikan,” seperti dikutip.

Selama ini, dokter mungkin akan mengurangi pengobatan bagi mereka yang mengidap penyakit reumatoid sehingga kekebalan tubuh dapat berkembang. Ini dapat membantu pasien dengan memaksimalkan respons imun mereka terhadap vaksin.

Efek samping vaksin COVID

Sampai saat ini belum ada bukti yang ditemukan bahwa suntikan dapat menyebabkan efek samping apa pun bagi orang dengan kondisi rematik. Ada keraguan di antara orang-orang apakah suntikan COVID akan berhasil pada pasien rheumatoid atau tidak karena mereka sudah menggunakan penekan autoimun.

Namun, para ahli belum dapat mengkonfirmasi apa pun terkait hal ini. Selain itu, mereka percaya bahwa sejumlah perlindungan jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Secara umum, setelah divaksinasi orang mengalami rematik, nyeri otot, demam, dan nyeri sendi, tetapi hasil ini hanya menunjukkan bahwa vaksin tersebut bekerja. Kemerahan dan nyeri hilang setelah beberapa hari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top