Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minum Ibuprofen Setelah Divaksin, Apa Efeknya?

Masih diperlukan lebih banyak studi untuk membuktikan pengaruh obat-obatan terhadap vaksin Covid-19. Namun sejauh ini belum terdapat laporan adanya masalah ketika mengonsumsi pereda nyeri setelah divaksin.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  15:35 WIB
Vial vaksin Covid-19. - Antara
Vial vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Seperti halnya vaksin-vaksin lain, vaksin virus corona juga memberikan efek samping atau yang biasa disebut kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Efek ini mulai dari seperti nyeri atau bengkak di tempat suntikan, demam, menggigil, kelelahan, atau sakit kepala.

Dr. David J. Cennimo, seorang dokter penyakit menular dan asisten profesor di Sekolah Kedokteran Rutgers New Jersey, mengatakan efek samping ini merupakan tanda-tanda pengenalan dan reaksi kekebalan yang muncul dari vaksin.

Efek samping ini menunjukkan bahwa vaksin tersebut memberikan info kepada sistem kekebalan tubuh seseorang bagaimana mengenali dan menyerang SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan COVID-19, jika suatu saat terpapar.

Bagi kebanyakan orang, efek samping vaksin ini ringan atau sedang dan hanya bertahan satu atau dua hari. Namun, bagi sebagian orang efek sampingnya membuat mereka merasa terjangkit flu, atau memengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Jika mengalami flu selama beberapa hari, banyak orang termasuk dokter akan menyarankan untuk meminum obat bebas seperti ibuprofen atau acetaminophen untuk meredakan demam dan nyeri yang dialami.

Namun, sejumlah pertanyaan muncul. Jika obat-obatan ini mengurangi efek samping vaksin, adakah kemungkinan obat tersebut juga akan menekan respons sistem kekebalan terhadap vaksinasi?

Dilansir dari Healthline, belum ada penelitian yang dilakukan untuk melihat secara khusus apakah asetaminofen atau ibuprofen dapat mengganggu efek kerja vaksin virus corona.

Namun, Cennimo mengatakan beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa obat dapat mempengaruhi respons imun terhadap vaksin.

"Ada data dalam literatur vaksin, lama sebelum Covid-19 dan hampir semua [dilakukan] pada anak-anak, bahwa premedikasi [obat penurun demam] seperti asetaminofen atau ibuprofen menurunkan respons antibodi terhadap dosis pertama vaksin," kata Cennimo, seperti dikutip Healthline.

Cennimo mengatakan belum diketahui bagaimana obat-obatan ini mengganggu vaksin, tetapi obat tersebut dapat mengurangi respons peradangan yang muncul sebagai demam dan nyeri.

Ia melanjutkan bahwa berkurangnya peradangan mungkin juga berarti adanya penurunan respons kekebalan terhadap vaksin.

Sebuah penelitian yang diterbitkan bulan ini di Journal of Virology menemukan bahwa obat antiinflamasi nonsteroid (nonsteroidal anti-inflammatory NSAID), termasuk ibuprofen mengurangi produksi antibodi dan aspek lain dari respons kekebalan terhadap vaksin Covid-19.

Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sistem kekebalan untuk melawan virus termasuk SARS-CoV-2. Vaksin Covid-19 merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi yang secara khusus menargetkan virus corona tanpa menyebabkan penyakit.

Penulis studi ini mengatakan bahwa hal ini meningkatkan kemungkinan NSAID juga memengaruhi respons imun terhadap vaksinasi virus corona. Tetapi studi tambahan masih diperlukan untuk mengetahui secara pasti.

Masih diperlukan lebih banyak studi untuk membuktikan pengaruh obat-obatan terhadap vaksin Covid-19. Namun sejauh ini belum terdapat laporan adanya masalah ketika mengonsumsi pereda nyeri setelah divaksin.

Meskipun membutuhkan lebih banyak data, Cennimo merasa tidak ada masalah dengan penggunaan ibuprofen atau acetaminophen setelah divaksin, selama tidak melebihi dosis yang disarankan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top