Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Samping Vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara Akibat Kecemasan

Adapun efek samping yang dilaporkan berupa demam, sakit kepala, dan menggigil. “Dari data yang terkumpul, kami, Komda KIPI, Komnas KIPI, BPOM, Kemenkes, WHO, UNICEF, mempelajari satu demi satu, ini termasuk ringan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  18:50 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca - istimewa
Ilustrasi vaksin AstraZeneca - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan memastikan bahwa vaksin AstraZeneca aman untuk digunakan. Pernyataan ini disampaikan setelah pihaknya melakukan investigasi dan analisis bersama otoritas kesehatan terkait terhadap laporan efek samping vaksin di Sulawesi Utara.

Adapun efek samping yang dilaporkan berupa demam, sakit kepala, dan menggigil. “Dari data yang terkumpul, kami, Komda KIPI, Komnas KIPI, BPOM, Kemenkes, WHO, UNICEF, mempelajari satu demi satu, ini termasuk ringan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).

Hindra menyebut dari 4 orang yang diobservasi efek samping itu dipicu karena adanya kecemasan. Dia mengatakan KIPI tidak selalu berkaitan dengan kandungan vaksin namun berkaitan dengan kecemasan. Saat ini, penerima vaksin AstraZeneca yang mengalami reaksi tersebut sudah dinyatakan sembuh dalam 1-2 hari.

“Ketika kami audit kemarin, KIPI yang terjadi di Sulut bersifat ringan dan sebagian kecil berkaitan reaksi kecemasan sehingga vaksin ini dapat diteruskan dalam program vaksinasi Sulut,” tegas Hindra.

Sejauh ini kata Hindra, efek samping yang dilaporkan terkait vaksin terdiri dari reaksi lokal, umum, hingga reaksi serius. Reaksi lokal dilaporkan seperti nyeri, pegal, gatal, dan kemerahan di tempat suntikan. Kemudian reaksi umum yang terbanyak berupa sakit kepala,  mual, muntah, kesulitan bernapas, menggigil yang presentasenya kurang dari 1 persen. Reaksi serius yang dilaporkan kurang dari 1 persen berupa syok anafilaksis bisa tertangani dengan baik.

Oleh karena itu, Komnas KIPI merekomendasikan agar program vaksinasi tetap dilanjutkan karena manfaatnya yang besar. Seiring dengan itu, pihaknya akan terus memantau efek yang ditimbulkan dari vaksinasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top