Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO: Vaksinasi Kalah Cepat dari Penyebaran Covid-19 Varian Delta

WHO mengatakan jika varian delta virus corona telah mengalahkan kecepatan vaksinasi di seluruh dunia.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 09 Juli 2021  |  10:05 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.  - Bloomberg
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Di hari ketika dunia menembus angka 4 juta kematian akibar Covid-19, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa varian delta menyebabkan "gelombang kematian" di beberapa bagian dunia karena akses vaksin yang belum meluas.

Dia mengatakan terlalu banyak negara yang mengalami ‘lonjakan tajam dalam kasus dan rawat inap’, sementara negara-negara kaya dengan tingkat inokulasi tinggi, justru membuka kebijakan pembatasan seolah-olah pandemi sudah berakhir.
 
"Varian saat ini memenangkan perlombaan melawan vaksin karena produksi dan distribusi vaksin yang tidak merata," kata Tedros pada konferensi dua mingguannya di Jenewa, seperti dilansir dari laman resmi PBB.
 
Dia mengatakan penyebaran varian juga akan mengancam pemulihan ekonomi global, mencatat bahwa dari sudut pandang “moral, epidemiologis atau ekonomi”, sekaranglah saatnya bagi dunia untuk bersatu.
 
Tedros meminta para pemimpin ekonomi G20, yang akan bertemu akhir pekan ini, untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk mengakhiri tahap akut pandemi, menyediakan dana yang diperlukan untuk meningkatkan manufaktur dan distribusi alat kesehatan yang adil.
 
Pemimpin teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove mencatat bahwa varian Delta, yang dimulai di India, kini telah terdeteksi di 104 negara.
 
"Varian Delta memiliki transmisibilitas yang lebih tinggi daripada varian Alpha. Jika virus itu bertahan, itu akan menyebar." kata Van Kerkhove, Rabu (7/7/2021).
 
Dia mengingatkan bahwa virus terus bermutasi dan berubah, termasuk varian Delta.
 
Mengutip Fox News, varian Delta menjadi strain dominan di Amerika Serikat dan menjadi penyebab atas 51,7 persen kasus baru, menurut CDC.
 
Akibat varian delta ini, semua wilayah pada pekan lalu melaporkan peningkatan kasus baru kecuali Amerika. Wilayah Eropa melaporkan peningkatan tajam dalam insiden (30 persen) sedangkan wilayah Afrika melaporkan peningkatan tajam dalam kematian (23 persen) bila dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 who Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top