Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BioNTech Jadi Vaksin Covid-19 Asing Pertama Disetujui di China

Vaksin BioNTech sudah tersedia di Hong Kong, di mana ia menyumbang lebih dari setengah dari 4,58 juta dosis yang diberikan.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 16 Juli 2021  |  14:00 WIB
BioNTech Jadi Vaksin Covid-19 Asing Pertama Disetujui di China
Vial vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - China berencana menyetujui vaksin Covid-19 asing pertamanya yakni BioNTech.

Sebagian besar pembuat vaksin China, mengutip hasil data uji coba, mengklaim vaksin buatan mereka dapat memberikan perlindungan hampir 100% dalam mencegah infeksi Covid-19 yang cukup serius.

Namun beberapa pakar kesehatan masyarakat China mendorong pengenalan pada vaksin Barat yang lebih baik dalam mencegah infeksi yang lebih ringan. Para pebisnis asing juga cenderung memilih vaksin buatan Barat dikarenakan mempermudah perjalanan ke luar negeri.

Di lain sisi, otoritas kesehatan di Chili juga meneliti vaksin asal China tersebut terhadap 10,5 juta orang, yang menunjukkan bahwa vaksin Sinovac efektif 16% terhadap infeksi setelah satu dosis dan 67% efektif setelah dosis kedua.

Dari hasil penelitian baru-baru ini, BioNTech dan Pfizer juga melaporkan kemanjuran yang tinggi yakni sebesar 91,3%, hingga enam bulan setelah dosis kedua vaksin Covid-19, berdasarkan hasil pada orang yang terdaftar dalam uji coba Fase 3.

China menyetujui empat vaksin domestik untuk penggunaan umum dan satu untuk darurat. Negara China saat ini juga meningkatkan upaya vaksinasi dan menargetkan menyuntik 40% dari total masyarakatnya atau sekitar 560 juta orang pada musim panas.

Selain vaksinasi, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh perusahaan analisis sains Airfinity juga memaparkan bahwa China telah mengekspor lebih dari 115 juta dosis tahun ini dengan sebagian besar diekspor ke negara berkembang.

Sebagian dari keputusan memakai BioNTech juga dimotivasi oleh Olimpiade Musim Dingin 2022, yang dijadwalkan berlangsung di China pada bulan Februari. Beijing mengharapkan sebagian besar atlet yang datang ke pertandingan untuk mengambil vaksin dari BioNTech.

Kepala eksekutif Fosun Pharma Wu Yifang, yang memiliki hak eksklusif untuk mendistribusikan vaksin di China, mengatakan pada rapat pemegang saham bahwa proses peninjauan telah lancar. Komunikasi dengan Administrasi Produk Medis Nasional berjalan dengan baik dan pihak berwenang berpacu dengan waktu dalam peninjauan.

Vaksin BioNTech sudah tersedia di Hong Kong, di mana ia menyumbang lebih dari setengah dari 4,58 juta dosis yang diberikan.

Ada juga laporan bahwa vaksin tersebut akan digunakan sebagai booster bagi mereka yang telah menerima vaksin buatan China dan pemerintah akan memberikan suntikan secara gratis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top