Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan untuk Gaya, Ini 5 Alasan Kenapa Perlu Pakai Kawat Gigi

Mengklik atau popping dapat dirasakan di sekitar rahang saat membuka dan menutup mulut. Seseorang dapat mengalami rasa sakit di sekitar daerah telinga dan rahang di pagi hari.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 28 Juli 2021  |  18:50 WIB
Bukan untuk Gaya, Ini 5 Alasan Kenapa Perlu Pakai Kawat Gigi
Kawat gigi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Perawatan kawat gigi atau behel adalah sesuatu yang membantu mencapai senyum penuh percaya diri.

Biasanya orang dengan gigi yang tidak selaras atau berantakan akan merasa tidak percaya diri saat senyum, maka dari itu kawat gigi dapat digunakan untuk memperbaiki penampilan.

Tak hanya untuk anak atau remaja, kawat gigi juga bisa digunakan oleh orang dewasa jika disarankan oleh dokter gigi.

Bukan hanya estetika, tujuan penggunaan kawat gigi adalah memperbaiki fungsi mulut secara keseluruhan. Jadi, baiknya pengguna kawat gigi bukan hanya untuk tren penampilan semata.

Dilansir dari indianexpress, Rabu (28/7/2021) Kepala gigi di Peserta Kesehatan Keluarga Healthspring, Dr Megha Bansode mengatakan jika
kawat gigi bisa dilakukan sejak usia 7 tahun.

"Inisiasi perawatan dapat bervariasi pada orang antara 9-14 tahun. Meskipun tidak ada batas usia, itu tidak berarti seseorang harus menunda perawatan," katanya.

Dr Bansode mencantumkan beberapa tanda dan gejala untuk mempertimbangkan kawat gigi:

1. Gigi yang tampak bengkok

Tidak hanya menghambat senyum, gigi bengkok juga sulit untuk mempertahankan kebersihan mulut dengan menyikat atau flossing. Makanan sering terjebak di antara gigi, menyebabkan napas buruk dan penyakit gusi. Crowding adalah yang merupakan kondisi paling umum, memburuk seiring waktu. Ini terjadi karena kurangnya ruang untuk gigi. Kawat gigi menyelaraskan gigi bengkok memberi untuk senyum sempurna.

2. Kesenjangan antara gigi

Biasanya terjadi ketika ukuran gigi lebih kecil dibandingkan dengan tulang rahang. Kesenjangan dapat menyebabkan kebiasaan seperti mengisap jempol atau menyodorkan lidah. Spasi pada gigi menyebabkan gusi di antara gigi menjadi rentan terhadap peradangan karena penginapan makanan dan akumulasi plak. Dengan bantuan kawat gigi, celah dapat ditutup.

3. Gigitan bermasalah dan kesulitan bicara

Gigitan dihasilkan dari susunan gigi atas dan bawah ketika mulut ditutup. Gigitan yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah bicara atau pengucapan yang tidak tepat. Kondisi ini juga mengarah pada penggilingan yang tidak semestinya dan mengenakan gigi. Jika tidak diobati, ini dapat menyebabkan sensitivitas yang parah dan mudah melepaskan gigi. Bahkan kesulitan dalam mengkonsumsi makanan panas atau dingin. Karenanya, koreksi tepat waktu dari masalah ini adalah penting.

4. Kesulitan dalam mengunyah atau fungsi

Gigi yang tidak selaras juga dapat dikaitkan dengan lidah yang sering tergigit, pipi tergigit, atau bibir tergigit saat mengunyah makanan. Menelan makanan juga sulit dalam kasus-kasus tertentu. Salah satu fungsi utama gigi adalah dengan benar menggiling makanan, dan karena gigi yang tidak selaras tidak bertemu satu sama lain mengunyah jadi tidak efisiensi mengunyah.

5. Rahang nyeri

Sakit rahang dan sakit kepala dapat dikaitkan dengan gigi yang tidak selaras. Gigitan yang tidak merata dapat menyebabkan tekanan dan tekanan yang tidak semestinya pada tulang rahang. Ini menyebabkan rasa sakit di sendi, yang menyebabkan sakit kepala.

Mengklik atau popping dapat dirasakan di sekitar rahang saat membuka dan menutup mulut. Seseorang dapat mengalami rasa sakit di sekitar daerah telinga dan rahang di pagi hari. Gejala-gejala ini dikaitkan dengan gangguan TMJ (sendi temporomandibular). Pengobatan ortodontik sangat disarankan, salah satunya penggunaan kawat gigi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gigi Sakit Gigi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top