Ayam probiotik/istimewa
Kuliner

Kelebihan Ayam Organik Probiotik yang Belum Banyak Diketahui

Dewi Andriani
Kamis, 2 September 2021 - 16:54
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kesadaran masyarakat untuk memulai hidup lebih sehat, terutama di masa pandemi, ikut mendongkrak peluang bisnis makanan organik seperti ayam dan telur organik.

Salah satu pelaku usaha yang sudah cukup lama berkecimpung dalam bisnis ayam organik adalah Natural Poultry yang didirikan oleh Nugraha N Turalakey sejak 2007 lalu.

Menariknya, ayam-ayam yang dikembangkan oleh Natural Poultry tidak hanya diternak secara organik tanpa antibiotik, hormon dan obatan-obatan kimia, tetapi juga diberi asupan tambahan probiotik dan 11 ramuan jamu lainnya.

Dengan adanya tambahan probiotik sebagai mikro-organisme baik yang ada di dalam pencernaan maka ayam tersebut akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih. Selain itu, karena probiotik bekerja di usus maka dia akan memilah mana yang baik dan benar-benar dibutuhkan tubuh dan yang tidak.

“Dengan ada probiotik di dalam ususnya, ayam akan lebih cepat besar secara alami tanpa perlu bantuan hormon pertumbuhan,” jelasnya.

Sementara itu, penggunaan 11 ramuan jamu dan herbal sebagai asupan makan ayam akan membuat kandungan lemaknya menjadi lebih rendah yakni hanya 9,15% dibandingkan dengan ayam biasa yang bisa mencapai 21% hingga 25%. Kolesterolnya juga akan lebih rendah sehingga kandungan proteinnya menjadi lebih besar dari rata-rata ayam biasa.

Dengan kandungan lemak yang lebih rendah, ayam dari Natual Poultry ini juga tidak bau amis baik saat diolah maupun saat akan mengonsumsinya. Tanpa menggunakan hormon, ayam ini juga tidak akan susut saat dimasak.

“Ayam Natural Poultry ini juga lebih cepat empuk  dan memiliki rasa gurih alami bahkan tanpa adanya bumbu apapun dia tetap mengeluarkan rasa gurih karena saat proses ternaknya ayam diberi ramuan herbal alami seperti jahe, temulawak, sambiloto, bawang putih, kunyit, kencur, dan lain sebagainya.”

Diakui olehnya di masa pandemi ini, permintaan ayam organik meningkat sekitar 30% hingga 40% karena makin tingginya kesadaran masyarakat akan hidup sehat dan mengonsumsi berbagai makanan yang sehat dan alami untuk membantu kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh.

“Penjualan kami saat ini rata-rata perbulan mencapai 30.000 hingga 40.000 ekor ayam. 90% penjualan masih offline di supermarket yang tersebar di beberapa daerah sisanya penjualan online,” ujarnya.

Diakui olehnya pada masa pandemi ini tidak sedikit konsumen Natural Poultry yang meminta adanya tambahan produk berupa telur organik. Ini pula yang kemudian mendorongnya untuk mulai menghadirkan telur organik sejak 2020 lalu. Namun untuk telur organik saat ini jumlah produksinya masih belum signifikan karena baru dimulai dan bukan menjadi fokus, sertifikasi organiknya pun saat ini masih dalam proses.

Dalam memproduksi ayam dan telur organik ini, Natural Poultry menjalin kerjasama dengan sekitar 50 peternak ayam kampung yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Kami fokus dengan telur ayam kampung. Untuk harga telur per pack isi 6 kami jual seharga Rp35.000 sedangkan untuk ayam negeri organik probiotik per ekor Rp65.000 dan ayam kampung organik probiotiknya Rp75.000 per ekor,” tuturnya.

Untuk tetap memastikan standardisasi organik dari ayam dan telur tersebut, Nugraha merekrut anak-anak muda yang 90% diantaranya merupakan lulusan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya untuk menjadi pengawas harian yang tersebar di kota-kota tempat para peternak berada.

 

Penulis : Dewi Andriani
Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro