Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Gejala Myopia Sejak Dini

Penelitian Holden pada tahun 2016 menyebutkan prevalensi myopia di dunia saat ini adalah 28 persen penduduk dunia atau sekitar 2 miliar.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  18:30 WIB
(Kiri-kanan) Dokter spesialis mata konsultan RSUD Saiful Anwar Malang Wino Vrieda, dokter spesialis saraf konsultan Rodhiyan Rakhmatiar, dan spesialis saraf konsultan yang juga Kepala Bidang Pelayanan Publik RSUD Saiful Anwar Widodo Mardi Santoso menyampaikan keterangan pers di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (7/12/20210, mengenai penanganan pasien yang mengalami kebutaan setelah vaksinasi Covid-19. (ANTARA - Vicki Febrianto)\\r\\n\\r\\n
(Kiri-kanan) Dokter spesialis mata konsultan RSUD Saiful Anwar Malang Wino Vrieda, dokter spesialis saraf konsultan Rodhiyan Rakhmatiar, dan spesialis saraf konsultan yang juga Kepala Bidang Pelayanan Publik RSUD Saiful Anwar Widodo Mardi Santoso menyampaikan keterangan pers di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (7/12/20210, mengenai penanganan pasien yang mengalami kebutaan setelah vaksinasi Covid-19. (ANTARA - Vicki Febrianto)\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Kelainan pada mata jenis myopia mesti diwaspadai sejak dini.

Deputy CEO Kasoem Group Trista Mutia Kasoem mengatakan myopia merupakan gangguan pada mata yang menyebabkan seseorang tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh dengan jelas.

Saat ini, tuturnya, myopia menjadi perhatian serius sebagai fenomena di dunia terlebih dengan penggunaan perangkat digital pasca pandemi Covid-19.

"Berbagai penelitian secara konsisten menunjukkan angka kejadian terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," ujarnya, Minggu (19/12/2021).

Indonesia, paparnya, merupakan daerah dengan angka lonjakan myopia yang signifikan. Data Oftalmologi Komunitas (Ofkom) Fakultas KMK UGM pada 312 anak, 41 persen mengalami myopia dan 21 persen mengalami gangguan refraksi berat.

Penelitian Holden pada tahun 2016 menyebutkan prevalensi myopia di dunia saat ini adalah 28 persen penduduk dunia atau sekitar 2 miliar. Diperkirakan pada 2050 mencapai 50 persen atau sekitar 5 miliar.

Terkait perkembangan bisnis, dia menjelaskan bahwa setelah pekan lalu ekspansi cabang di Surakarta, Jawa Tengah, kali ini Kasoem Vision Care hadir di Cianjur, Jawa Barat.

"Kami ingin memudahkan masyarakat dari berbagai usia untuk dapat melakukan pemeriksaan atau deteksi dini terhadap kesehatan mata mereka," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

digital mata Covid-19
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top