Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Tradisi Unik Perayaan Natal di Indonesia

Keragaman budaya di Indonesia membuat sejumlah daerah memiliki tradisi unik dalam merayakan hari raya Natal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Desember 2021  |  17:00 WIB
Pohon Natal berukuran 15 meter di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Moch Asim
Pohon Natal berukuran 15 meter di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, SOLO - Tak berbeda dari hari raya Idulfitri, perayaan Natal di Indonesia juga memiliki tradisi tersendiri.

Menariknya, adanya keragaman budaya di Indonesia ini turut menjadikan Natal penuh dengan keunikan serta lebih berwarna.

Berkaitan dengan itu, berikut sejumlah tradisi unik di Indonesia saat menyambut dan merayakan momen Natal.

1. Pertunjukan wayang kulit di Yogyakarta

Dilansir dari laman Sun Education, di Yogyakarta terdapat pertunjukkan teatrikal menyambut hari kelahiran Yesus yang diperankan oleh wayang kulit. Pendeta yang memimpin ibadah pun akan tampil dengan mengenakan beskap, lengkap dengan blangkon di kepala.

2. Rabo-rabo di Jakarta

Di Kampung Tugu yang mana merupakan tempat bermukimnya orang Indonesia keturunan Portugis, terdapat sebuah tradisi bernama rabo-rabo.

Setelah misa, orang-orang akan mengunjungi kuburan di sebelah gereja lokal, lalu bermain musik keroncong dan menari bersama sembari mengelilingi area. Mereka juga akan mengunjungi kerabat serta teman, sementara penghuni rumah yang dikunjungi harus mengikuti para pemain lalu tampil bersama.

Lalu, puncaknya adalah tradisi mandi-mandi. Masyarakat berkumpul di rumah kerabatnya dan menggambar wajah satu sama lain menggunakan bedak putih. Aktivitas ini menyimbolkan penebusan dosa dan pengampunan untuk tahun baru yang akan datang dan akan memulai tahun baru dengan bersih.

3. Meriam bambu di Flores

Dilansir dari laman Indonesia Expat, tradisi ini awalnya bertujuan mengumumkan seseorang telah meninggal karena keterbatasan transportasi antardesa. Namun, belakangan, meriam bambu juga digunakan untuk mengekspresikan kegembiraan atas kelahiran Yesus Kristus.

Ketika malam Natal tiba, meriam bambu pun akan terpasang di setiap sudut kota. Meriam tersebut lalu "diledakkan" saat perayaan Natal, lengkap dengan pertunjukan kembang api.

4. Marbinda di Sumatra Utara

Marbinda adalah tradisi mengorbankan hewan untuk memelihara kebersamaan, kehangatan, memeriahkan semangat Natal, dan mensyukuri nikmat yang telah diterima selama ini.

Hingga kini, tradisi tersebut masih eksis di daerah pemukiman masyarakat Batak di Sumatera Utara. Awalnya, masing-masing warga mengumpulkan uang untuk membeli hewan untuk disembelih. Selanjutnya, daging akan dibagikan kepada warga yang umumnya ikut menyumbang.

5. Barapen di Papua

Tradisi barapen atau pesta bakar batu menjadi ritual kuliner sebagai ekspresi kegembiraan Natal. Sebelum perayaan massal, penduduk setempat akan memasak daging babi, ubi, kangkung, pepaya, dan makanan lainnya di lubang yang berisi batu panas menyala itu. Aktivitas memasak bersama selama setengah hari tersebut pun bermakna menyatukan ikatan di antara penduduk setempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

natal

Sumber : Tempo

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top