Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta-fakta Varian BA.2, Virus Baru yang Disebut ‘Son of Omicron’

Berikut fakta-faktanya yang perlu Anda ketahui terkait Varian BA.2, Virus Baru yang Disebut ‘Son of Omicron’
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  09:43 WIB
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Belum selesai dengan varian Omicron, virus baru yang dikenal sebagai BA.2 mulai teridentifikasi di beberapa negara di Asia dan Eropa. Hal ini tentu saja tidak mengejutkan, sebab virus terus-menerus bermutasi.

Meskipun informasi mengenai varian BA.2 masih sedikit, berikut fakta-faktanya yang perlu Anda ketahui, yang telah Bisnis rangkum dari berbagai sumber.

1. Masih belum bisa dipastikan dimana BA.2 ini pertama kali muncul

Versi baru Omicron ini pertama kali terdeteksi di Inggris pada 6 Desember 2021, menurut laporan HSA. Akan tetapi, ada berbagai laporan tentang dimana BA.2 pertama kali muncul. Ada yang menyarankan Afrika Selatan, India dan Filipina.

2. Telah terdeteksi di Eropa dan Asia

Mengutip Deadline, Rabu (26/1/2022), varian BA.2 telah ditemukan di AS, menurut stasiun Sinclair Broadcasting Seattle yang melaporkan Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington telah mengonfirmasi dua kasus BA.2 yang ditemukan awal bulan ini. Varian ini juga telah terdeteksi di India, Denmark dan Inggris.

Sementara itu, The United Kingdom Health Security Agency mengatakan setidaknya varian turunan Omicron ini telah diidentifikasi di 40 negara dan masih ada ketidakpastian mengenai signifikansi perubahan pada genom virus. Demikian dilansir dari Washington Post, Rabu (26/1/2022).

3. Dijuluki ‘Stealth Omicron’ dan ‘Son of Omicron’

Beberapa ahli menjuluki BA.2 sebagai ‘Stealth Omicron’ dan ‘Son of Omicron’ karena memiliki sifat genetik yang membuat lebih sulit untuk mengidentifikasi virus Omicron pada tes PCR.

Akan tetapi, para ahli belum bisa memastikan apakah ‘Son of Omicron’ ini dapat menginfeksi lebih baik atau lebih buruk daripada Omicron itu sendiri.

4. WHO tengah menyelidiki karakteristik BA.2

Hingga saat ini, masih belum banyak informasi yang bisa membuktikan apakah BA.2 lebih ganas, menyebar lebih cepat atau lebih baik dalam menghindari kekebalan daripada varian Omicron asli BA.1.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia melalui situs resminya mengatakan, penyelidikan karakteristik BA.2, termasuk sifat lolos dari kekebalan dan virulensi, harus diprioritaskan secara independen dan komparatif dengan BA.1.

5. Tidak hanya WHO, Inggris juga sedang menyelidiki varian ini

The United Kingdom Health Security Agency mengidentifikasi lebih dari 400 kasus BA.2 dalam 10 hari pertama di bulan Januari, dan pada Jumat (21/1) lalu menunjuk BA.2 sebagai ‘virus under investigation’ atau virus yang sedang diselidiki, menurut laporan Al Jazeera.

6. Menjadi virus Dominan di Denmark

Seorang ahli virus di State Serum Institute di Denmark Anders Fomsgaard mengatakan bahwa BA.2 telah menjadi bentuk virus yang dominan di negaranya yang berpenduduk hampir 6 juta orang, dimana sekarang menyumbang sekitar 65 persen dari kasus baru BA.

Meskipun begitu, Fomsgaard mengatakan bahwa mereka tidak terlalu khawatir karena sejauh ini pihaknya tidak melihat perbedaan besar dalam distribusi usia, status vaksinasi, infeksi terobosan dan risiko rawat inap.

“Juga, meskipun tingkat infeksi BA.2 tinggi, jumlah rawat inap di ICU menurun,” ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top