Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Terinfeksi Covid Omicron?

Apabila Anda terinfeksi Covid-19, berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  18:44 WIB
Ilustrasi demam - istimewa
Ilustrasi demam - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih belum diketahui kapan akan berakhir. Karena itu, peluang seseorang terinfeksi penyakit ini bisa dibilang masih cukup besar terutama bagi orang-orang yang rentan dan tidak taat protokol kesehatan.

Ditambah lagi dengan hadirnya varian-varian baru virus SARS-CoV-2 yang disebut sangat menular, Omicron, membuat seseorang lebih berisiko untuk tertular penyakit Covid-19.

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan saat tertular penyakit ini?

Melalui akun Instagram miliknya, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar mengatakan, pada prinsipnya petunjuk yang digunakan hampir sama dengan varian lainnya.

"Selama Anda sudah vaksin lengkap dua kali, mungkin sudah vaksin booster, tidak memiliki penyakit komorbid atau penyakit komorbid terkontrol, selama ini sudah melakukan pola hidup sehat dan prokes yang baik, TIDAK PERLU KHAWATIR BERLEBIHAN, kemungkinan gejala Anda akan ringan," tulis dr Ning pada unggahan Instagramnya, Kamis (27/1/2022).

Apabila Anda terinfeksi Covid-19, berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan.

1. Jika Anda merasakan gejala demam, nyeri tenggorokan, tenggorokan gatal hingga badan linu

Menurut dr Ning, jika Anda merasakan gejala di atas, coba ingat kembali apakah Anda beraktivitas di tempat umum yang berisiko atau bertemu banyak orang? Atau mungkin kontak erat 2 minggu terakhir? Jika iya Anda mungkin terinfeksi Covid.

Bila sudah begini, yang harus Anda lakukan adalah:

- Segera melakukan isoman dan menjauhkan diri dari anggota keluarga lain
- Konsultasi dengan dokter via telemedisin atau faskes terdekat
- Berinisiatif untuk melakukan tes Covid (Swab Antigen/PCR)

2. Jika Anda takut tes karena takut bila benar terinfeksi Covid

Daripada takut diri Anda benar terinfeksi Covid, ada baiknya untuk berpikir: "Kalau saya tidak tes, saya bisa membahayakan orang lain, karena saya mungkin tidak konsisten saat isoman" atau "Kalau saya tidak tes, saya bisa membahayakan diri sendiri karena pengobatan dan pengawasan bisa salah,".

Selain itu, tanamkan pada diri Anda bahwa terinfeksi Covid bukanlah aib dan bisa mengenai siapa saja.

Oleh karena itu sebaiknya:
- Lakukan tes Covid (Swab Antigen/PCR)
- Sambil menunggu hasil, lakukan isolasi mandiri dengan benar
- Jika Anda tidak ingin melakukan tes, anggaplah diri Anda sudah terinfeksi Covid sampai terbukti bukan, dan tetap lakukan isoman sembari memantau kondisi dan isoman selama waktu yang dianjurkan untuk isolasi Covid, sesuai anjuran dokter.

3. Jika Swab Antigen/PCR Anda positif

"Yang harus ada di pikiran saya adalah saya pasti sembuh karena saya sudah vaksin lengkap, saya sudah pola hidup sehat, penyakit komorbid saya terkontrol dan selama ini saya patuh prokes," kata dr Ning.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan? Yang pertama adalah jangan panik. Kemudian:
- Lapor ke RT/RW puskesmas setempat
- Menjalankan isoman bila Anda bergejala ringan, berusia di bawah 45 tahun, tidak memiliki komorbid dan kondisi rumah memungkinkan
- Bila bergejala sedang hingga berat, lebih baik melakukan isolasi di RS
- Menjalankan isoman dengan benar dan menuruti nasihat dokter
- Memperingatkan semua orang yang sempat kontak erat dengan Anda selama 2 minggu terakhir
- Ajak keluarga atau orang yang sempat kontak erat dengan Anda untuk melakukan karantina
- Selalu berdoa

4. Jika Swab Antigen/PCR Anda negatif

Jangan terburu-buru menyimpulkan Anda tidak terinfeksi Covid bila hasil swab Antigen/PCR Anda negatif. Karena bisa jadi hasil tersebut adalah negatif palsu. Selain itu, jika buru-buru menyimpulkan sendiri, ini dapat membahayakan orang di sekitar Anda karena bisa jadi orang disekitar Anda rentan dan belum divaksin.

Yang bisa Anda lakukan setelah hasil swab Antigen/PCR Anda negatif adalah:
- Lakukan tes konfirmasi lanjutan dengan PCR atau mengulang antigen 3-5 hari kemudian
- Tetap isoman dengan benar sembari menunggu hasil
- Konsultasi ke dokter atau mengikuti nasihat dokter
- Lakukan pemeriksaan laboratorium atau radiologi bila perlu untuk melihat kemungkinan diagnosis lain atau mendukung diagnosis Covid sesuai anjuran dokter

5. Apakah kondisi saya bisa memburuk?

"Yang harus Anda pikirkan adalah kalau saya sudah divaksin lengkap, mungkin sudah booster, saya tidak memiliki komorbid atau komorbid saya terkontrol, sebenarnya saya berisiko kecil mengalami perburukan tapi risiko tetap ada jadi saya tetap harus waspada," kata dr Ning.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan beberapa hal berikut, seperti:
- Memantau ketat gejala dan tanda vital
- Tidur cukup 6 hingga 8 jam per hari
- Makan makanan bergizi seimbang
- Kendalikan stres dengan baik
- Turuti nasihat dokter
- Berjemur dan latihan pernapasan
- Jika ada perburukan kondisi, segera melapor ke dokter dan mencari atau segera datang ke RS terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama

6. Kapan saya bisa selesai isolasi dan dinyatakan sembuh?

Ada yang lebih penting daripada memikirkan kapan Anda bisa selesai isoman dan dinyatakan sembuh, yaitu fokus pada proses penyembuhan dan sabar melawan segala kejenuhan.

"Apabila kurang dari 10 hari gejala sudah hilang, boleh melakukan PCR 2 kali selang 24 jam. Bila negatif 2 kali bisa dikatakan sembuh. Bila masih ada gejala setelah 10 hari, kontrol ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Mungkin perlu juga dilakukan pemeriksaan lab atau rasiologis," jelas dr Ning.

Jika Anda ternyata tanpa gejala atau gejala ringan hingga sedang, dr Ning menyarankan tidak perlu melakukan swab PCR berulang karena nanti, dokter yang akan menentukan evaluasi swab pada kondisi-kondisi tertentu.

7. Apa yang bisa Anda lakukan setelah dinyatakan sembuh?

Tentunya yang bisa Anda lakukan adalah kembali ke aktivitas Anda sehari-hari secara bertahap. Apabila masih ada gejala, tetap kontrol secara rutin ke dokter.

Selain itu, tetap terapkan pola hidup sehat dan menjaga protokol kesehatan dimanapun Anda berada karena reinfkesi bisa saja terjadi.

"Tidak perlu melakukan swab PCR berulang dalam 3 bulan setelah sembuh kecuali ada kecurigaan reinfeksi," kata dr Ning.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top