Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puncak Omicron di Jakarta Sudah Lewat ? Begini Kata Ahli Patologi Klinik

Ahli patologi klinik Tonang Dwi Ardyanto mengatakan sejak 17 Januari 2022, kurva Omicron mulai melebar. Artinya mulai ada penyebaran signifikan di luar Jakarta.  Dengan demikian kurva gelombang Jakarta mulai berbeda tren dengan kurva nasional.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  18:28 WIB
Puncak Omicron di Jakarta Sudah Lewat ? Begini Kata Ahli Patologi Klinik
Ilustrasi Omicron. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jakarta dikabarkan sudah melewati puncak omicron. 

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyampaikan bahwa DKI Jakarta telah terindikasi melampaui puncak kasus Covid-19 varian Omicron.

"Kabar baik bagi penduduk Jakarta. Data mengindikasikan sudah melewati puncak lonjakan omikron. Harapannya akan terus turun pd minggu-minggu mendatang," kata Pandu melalui akun Twitter @drpriono1, Senin (14/2/2022).

Namun, Pandu juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi dosis ketiga.

Sementara itu, ahli patologi klinik Tonang Dwi Ardyanto mengatakan sejak 17 Januari 2022, kurva Omicron mulai melebar. Artinya mulai ada penyebaran signifikan di luar Jakarta.  Dengan demikian kurva gelombang Jakarta mulai berbeda tren dengan kurva nasional.

Per tanggal 6 Februari 2022, kurva Omicron Jakarta mulai memotong kurva Delta Jakarta. Artinya, mulai tren kasus mulai melebihi Delta. Setelah itu masih menanjak, sampai tanggal 10 Februari 2022. Setelah itu tren kasus menurun, sampai terakhir laporan kemarin sore,
Ini nampak "seirama" dengan prediksi yang beberapa kali disampaikan sebelumnya tentang gelombang Omicron di Jakarta. Prediksinya akan segera memuncak, kemudian segera menurun.

"Tapi sebaiknya kita sabar dulu. Baru 4 hari terakhir ada penurunan tren kasus mingguan. Itupun angka harian masih naik turun. Belum stabil. Apalagi ini masih di akhir pekan. Hari ini kita cermati, karena biasanya laporan hari Selasa bisa menjadi indikator," paparnya dikutip dari akun facebooknya.

Secara nasional, lanjutnya, biasanya puncaknya akan menyusul sekitar 1 pekan setelah puncak di Jakarta. Kurva gelombang Omicron nasional mulai memotong gelombang delta pada tanggal 9 Februari 2022. Setelah itu tran kasusnya mengikuti kurva Delta.

Waktu Delta puncak tren kasus mingguan di Jakarta tercapai pada tanggal 12 Juli 2021. Disusul puncak secara nasional pada 18 Juli 2021. Semoga kali inipun akan demikian, bahkan semoga bisa lebih singkat jaraknya.

Yang harus menjadi perhatian, tren angka kematian masih terjal menanjak. Walau secara persentase, jauh lebih rendah daripada waktu gelombang delta, tapi tren kenaikan hari-hari terakhir ini, perlu menjadi perhatian.

Memang puncak kasus kematian biasanya terjadi 1-2 pekan setelah puncak kasus. Wajar karena ada waktu antara terinfeksi dan kemungkinan terjadi fatalitas.

Saat covid delta merebak, puncak tren kematian Jakarta terjadi pada tanggal 24 Juli 2021 (sekitar 12 hari setelah puncak kasus). Sedangkan di nasional pada tanggal 2 Agustus 2021 (15 hari setelah puncak kasus).

"Harapan saya, semoga benar prediksi kita bahwa puncak Jakarta segera jelas sudah terlewati, puncak nasional segera mengikuti, kemudian menurun ke akhir Februari, semakin tajam menurun di Maret, dan sudah landai di awal April 2022," tambahnya.

Tonang juga menekankan bahwa lima hari terakhir, tren angka kasus mingguan di Jakarta. Angka kasus harian per 15/2/2022 sudah di bawah 10 ribu.

"Kita masih harus hati-hati dan mencermati, semoga penurunan ini berlanjut. Seperti prediksi kita saat itu: Jakarta memuncak di pekan kedua Februari," tuturnya.

Hanya harus diingat bahwa tren angka kematian mingguan masih menanjak, walau mulai melambat. Semoga segera juga mencapai puncak dan diikuti penurunan.

Secara nasional, kemarin mencapai puncak kasus harian melebihi delta. Hanya secara mingguan, angkanya masih di bawah gelombang delta.

Kasus pertama Omicron diumumkan 18 Desember 2021. Angka kasus mingguan terendah pada 27 Desember 2021, menjadi dua kali lipat pada 7 Januari 2022, setelah itu angka melonjak dan baru dinyatakan telah masuk gelombang baru pada akhir Januari.

"Perlu waktu untuk menyatakan masuk gelombang baru, maka kita juga harus sabar untuk menyatakan telah melewati puncak, apalagi bahwa gelombang telah berakhir," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top