Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi, Bisa Menular ke Manusia?

Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengatakan dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Benarkah bisa menular ke manusia?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  11:56 WIB
Peternak menggembalakan sapi di Desa Ngeluk, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2). - ANTARA/Aji Styawan
Peternak menggembalakan sapi di Desa Ngeluk, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARA - Kabar penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ribuan ekor ternak sapi di Jawa Timur sontak membuat heboh masyarakat. Namun, apakah PMK bisa menular ke manusia?

Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama angkat bicara terkait dampak PMK pada hewan ternak kepada manusia.

"Penyakit mulut dan kuku [PMK] atau Foot and Mouth Disease [FMD] adalah penyakit pada hewan yang praktis tidak menular kepada manusia," kata Tjandra Yoga Aditama seperti dilansir dari Tempo.com, Selasa (10/5/2022).

Dia melanjutkan PMK sebenarnya bukan masalah kesehatan masyarakat dan murni masalah kesehatan hewan.

Meski demikian, dia tak menampik bahwa pernah ada laporan penularan pada manusia. Hal tersebut disampaikan European CDC pada 2012 yang berjudul 'Transmission of Foot and Mouth disease to humans visiting affected areas'.

"Tetapi itu sangat jarang dan hanya terjadi pada mereka yang betul-betul kontak langsung," ujar mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan masih ada orang keliru menghubungkan penyakit mulut dan kuku pada hewan dengan penyakit tangan kaki dan mulut (PTKM) atau hand foot mouth disease (HFMD) pada anak dan bayi. Dua penyakit ini, menurut dia, tidak berhubungan sama sekali.

"Ini dua penyakit berbeda, penyebabnya juga virus yang berbeda," katanya.

Dia mengatakan penyakit tangan kaki dan mulut atau PTKM pada anak dan bayi disebabkan oleh Enterovirus 71. Sementara itu penyakit mulut dan kuku pada hewan disebabkan Aphthovirus. V

Tjandra Yoga menjelaskan virus tersebut merupakan bagian dari Picornaviridae dan memiliki tujuh strain, yakni A, O, C, SAT1, SAT2, SAT3, dan Asia1.

"Penyakit tangan kaki dan mulut pada anak dan bayi ditandai dengan demam, muncul ruam pada kulit, dan blister atau benjolan kecil di telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut. Anak dan bayi juga cenderung tidak nafsu makan, lesu, lemas, dan nyeri tenggorok," ucapnya.

Biasanya, kata dia, setelah satu atau dua hari setelah demam, muncul keluhan nyeri di mulut dimulai dari benjolan sampai kemudian dapat menjadi mucus atau memiliki selaput lendir. Lesi dapat terjadi pada lidah, gusi atau bagian dalam mulut lainnya.

Terakhir, dia mengatakan penyakit tangan kaki dan mulut pada anak dan bayi bukan penyakit berat dan akan sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari, dan pengobatan hanya bersifat suportif.

Kendati sangat jarang terjadi, penyakit yang disebabkan infeksi Entrovirus 71 ini juga dapat menyebabkan peradangan pada otak, baik meningitis (radang selaput otak) atau encephalitis (radang otak).

"Infeksi Entrovirus 71 bermula dari saluran pencernaan yang kemudian menimbulkan gangguan neurologik," imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi ternak sapi penyakit menular

Sumber : Tempo.co

Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top