Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadir di Indonesia, Ini Program ‘Say Pain’ dari Daewoong Pharmaceutical untuk Penyandang Disabilitas

Daewoong Pharmaceutical buat program 'Say Pain' untuk para penyandang disabilitas agar bisa mengekspresikan diri.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 31 Mei 2022  |  15:19 WIB
Hadir di Indonesia, Ini Program ‘Say Pain’ dari Daewoong Pharmaceutical untuk Penyandang Disabilitas
Daewoong Pharmaceutical buat program 'Say Pain' untuk para penyandang disabilitas

Bisnis.com, JAKARTA — Disabilitas perkembangan meliputi kelompok individu yang memiliki keterbatasan dalam perkembangannya yang disebabkan oleh gangguan kognitif atau fisik, atau keduanya, yang muncul sebelum dewasa.

Secara global, data penelitian yang dirilis The Lancet Global Health (1900-2016) menunjukkan pada tahun 2016 sebanyak 52,9 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami disabilitas perkembangan.

Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan berkomunikasi, terutama ketika sedang sakit, sehingga seringkali tidak mendapatkan pelayanan medis yang layak, yang memerlukan perhatian sosial.

Seorang Psikolog Tri Puspitarini menjelaskan bahwa penyandang disabilitas kerap kali mengalami gangguan sebelum menginjak umur dewasa.

“Penyandang disabilitas mendapatkan banyak label dan stigma dari masyarakat. Disabilitas perkembangan adalah kondisi yang ditandai adanya gangguan pada fisik dan kognitif yang biasanya muncul sebelum usia 22 tahun maka dari itu disebut masa perkembangan. Biasanya gangguan ini menghambat fungsi-fungsi hidup pada kegiatan sehari-hari,” jelas Tri pada Selasa (31/05/2022).

Tri menjelaskan, perlu adanya kesabaran dan rasa tekun bagi orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas perkembangan, yang sayangnya akan dialami seumur hidup.

“Dinamika yang dialami oleh penyandang adalah mereka biasanya mengalami masalah akademik. Biasanya orang tua tidak menyadari sebelum disekolahkan, mereka akan mengalami seumur hidup jadi keluarganya diharapkan sabar, tekun, dan juga butuh effort lebih,” lanjutnya.

Menjawab keresahan mengenai disabilitas perkembangan, Daewoong Pharmaceutical yang merupakan grup perawatan kesehatan global asal Korea, telah melakukan program 'Say Pain' di Korea.

‘Say Pain’ adalah kampanye yang membantu penyandang disabilitas perkembangan yang mengalami kesulitan mengekspresikan gejala penyakitnya untuk mengekspresikan gejalanya sendiri dan berkomunikasi dengan dokter dan apoteker untuk mendapatkan layanan medis yang tepat melalui edukasi.

CEO Daewoong Pharmaceutical Seng Ho Jeon menjelaskan, tujuan utama diadakannya proyek ini yakni fokus pada memberikan bantuan kepada para penyandang disabilitas yang membutuhkan.

“Tujuan utama dari diselenggarakannya proyek “Say Pain” adalah, untuk membantu orang dengan disabilitas perkembangan mendapatkan layanan medis yang layak melalui komunikasi yang lancar, ketika mereka mengalami kesulitan mengekspresikan gejala atau rasa sakitnya,” jelas Seng Ho Jeon.

Tahun ini, Daewoong melalui program Daewoong Social Impactor tahun ke-2, memulai proyek “Say Pain” di Indonesia. Program duta mahasiswa Daewoong Social Impactor kali ini akan mengajak mahasiswa untuk turut aktif berkontribusi dalam persoalan penanganan disabilitas perkembangan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan disabilitas penyandang disabilitas
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top