Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Indonesia Saja, Pria di AS Juga Keranjingan Belanja Online!

Di Amerika Serikat, konsumen laki-laki juga lebih sering berbelanja online baik dalam kurun waktu harian maupun mingguan.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  22:51 WIB
Bukan Indonesia Saja, Pria di AS Juga Keranjingan Belanja Online!
Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja daring di salah satu situs belanja daring di Jakarta, Rabu (15/6/2022). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan berencana menarik bea meterai Rp10 ribu untuk pelanggan platform digital termasuk belanja online di e-commerce, untuk transaksi pembelian di atas Rp5 juta rupiah. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Survei yang dilakukan Kredivo mengenai Perilaku Konsumen E-commerce Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang 2021, laki-laki ternyata lebih mendominasi transaksi e-commerce di Indonesia.

Bahkan, demam belanja online ini juga menyerang para pria di Amerika Serikat.

"Tren laki-laki yang mendominasi transaksi e-commerce tidak hanya terlihat di Indonesia. Di Amerika Serikat, konsumen laki-laki juga lebih sering berbelanja online baik dalam kurun waktu harian maupun mingguan," kata VP Marketing & Communications Kredivo Indina Andamari, Rabu (6/7/2022).

Dia menyebut, berdasarkan hasil riset yang dilakukan, konsumen laki-laki lebih mendominasi transaksi di e-commerce daripada perempuan. Hal itu bahkan jadi tren yang terus berlanjut sejak 2020 dengan persentase yang terus mengalami peningkatan.

Menurut Indina, selain karena e-commerce yang sudah makin jadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, kehadiran berbagai metode pembayaran digital seperti Paylater juga makin memberikan kemudahan untuk membentuk kebiasaan berbelanja online.

"Dari sisi produk, konsumen laki-laki di Amerika Serikat juga mendominasi perempuan dalam peningkatan pembelian di kategori alat kebersihan dengan 40 persen laki-laki dan 33 persen perempuan, serta kategori vitamin dan suplemen diet, dengan 31 persen konsumen laki-laki dan 24 persen perempuan," ucapnya.

Lebih lanjut dia menilai hal ini menandakan bahwa kebiasaan berbelanja online kini tidak terpaku pada gender dan tidak lagi identik dengan kaum hawa. Pasalnya, survei yang dilakukan menunjukkan konsumen perempuan cenderung berbelanja antara satu dan empat kali dalam sebulan.

Selain itu, imbuh Indina, lebih banyak konsumen laki-laki yang menyatakan bahwa pengeluaran belanja mereka meningkat selama kuartal I/2021 (32% di Walmart.com, dan 38% di Amazon), jika dibandingkan dengan konsumen perempuan (22% di Walmart.com, dan 22% di Amazon).

"Proporsi jumlah transaksi yang dilakukan oleh laki-laki mencapai 62 persen, sementara perempuan hanya berada di angka 38 persen. Selain itu, secara total nilai transaksi pun, konsumen laki-laki juga mendominasi di angka 64 persen, berbeda signifikan jika dibandingkan dengan nilai transaksi perempuan yang hanya mencapai 36 persen," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top