Bisnis.com, JAKARTA — Menjaga kesehatan ginjal ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi tubuh, tetapi juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Upaya pencegahan penyakit ginjal dapat membantu menekan penggunaan terapi cuci darah yang memiliki jejak karbon cukup besar.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital Cibubur, Annisa Maloveny, menjelaskan bahwa penanganan pasien gagal ginjal umumnya memerlukan terapi hemodialisis atau cuci darah. Prosedur medis tersebut membutuhkan energi dan sumber daya besar sehingga menghasilkan emisi karbon.
Menurutnya, satu kali sesi cuci darah menghasilkan jejak karbon yang setara dengan emisi kendaraan yang menempuh perjalanan sekitar 240 kilometer. “Bayangkan jika ada ribuan pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah setiap hari, maka jumlah jejak karbon di planet kita semakin menumpuk dengan cepat,” ujarnya, dikutip Bisnis, Sabtu (14/3/2026).
Penumpukan jejak karbon ini katanya menimbulkan efek gas rumah kaca pada planet yang memicu kenaikan suhu bumi dan cuaca ekstrem. Naiknya suhu bumi lantas dapat menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah.
“Dampak jangka panjang dari kekeringan ini membuat banyak orang mudah dehidrasi dan meningkatkan risiko semakin banyak orang mengalami gagal ginjal,” jelas Annisa.
Isu tersebut katanya menjadi sorotan dalam peringatan World Kidney Day 2026 yang mengusung tema Kidney Health for All – Caring for People, Protecting the Planet. Tema tersebut menekankan pentingnya peningkatan akses layanan kesehatan ginjal sekaligus edukasi masyarakat agar mampu mencegah penyakit ginjal sejak dini.
Annisa menyebut, salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengenali gejala awal gagal ginjal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurutnya, terdapat sejumlah tanda yang perlu diwaspadai. Seperti apa gejalanya? Berikut rinciannya.
1. Bengkak simetris pada kaki kiri dan kanan
Gejala gagal ginjal yang muncul bisa bervariasi, tetapi gejala paling umum adalah kedua kaki bengkak simetris. Pembengkakan ini terjadi karena adanya penumpukan cairan yang tidak terbuang akibat tidak dikeluarkan sebagai urin.
2. Sel darah merah dalam urin (hematuria)
Sering kali gejala ini tidak bisa terlihat oleh mata kecuali lewat pemeriksaan urin. Hasil lab menunjukkan adanya sel darah merah di dalam urin. Jika Anda melihat perubahan warna urin yang tidak wajar, segerahlah memeriksakan diri.
3. Sel darah putih dalam urin (leukosituria)
Adanya sel darah putih pada urin ini menunjukkan infeksi pada ginjal. Sama seperti gejala sebelumnya, gejala ini bisa dideteksi lewat tes urin.
4. Munculnya protein dalam urin (proteinuria)
Munculnya protein pada urin menunjukkan adanya gangguan pada ginjal.
5. Jarang buang air kecil (oliguria)
Gejala gagal ginjal yang sering tidak disadari adalah turunnya produksi urin. Kondisi ini sering disadari ketika kaki sudah bengkak.
6. Hipertensi
Hipertensi atau darah tinggi bisa menjadi penyebab utama atau juga gejala gagal ginjal. Seseorang yang memiliki hipertensi bisa mengalami gagal ginjal bila darah tingginya tidak ditangani.
Kondisi hipertensi yang tidak ditangani dapat merusak pembuluh darah di ginjal sehingga menyebabkan gagal ginjal. Sementara itu, jika orang yang sehat tiba-tiba mengalami darah tinggi, hipertensi bisa menjadi gejala gagal ginjal. Terlebih lagi jika hipertensi muncul pada anak-anak.
7. Gangguan tumbuh kembang
Jika seorang anak mengalami gangguan tumbuh kembang, yaitu perkembangannya tidak sesuai usia seharusnya, bisa jadi disebabkan oleh gagal ginjal.
8. Anemia
Salah satu tugas ginjal adalah membentuk sel darah merah. Ketika ginjal rusak maka produksi sel darah merah pun menurun drastis sehingga menyebabkan anemia.
9. Kelainan tulang
Ginjal memiliki fungsi penting dalam pembentukan vitamin D. Saat ginjal rusak, fungsi ini menurun sehingga menyebabkan turunnya kadar vitamin D dalam tubuh. Akibatnya tulang menjadi rapuh, mudah bengkok, dan mudah patah akibat kekurangan asupan vitamin D.
10. Sesak dan demam berulang
Penumpukan cairan pada pasien gagal ginjal bukan hanya pada kaki, tetapi juga bisa sampai ke paru-paru. Ini sebabnya salah satu gejala gagal ginjal adalah sesak napas karena paru-paru terasa berat oleh cairan.
“Penderita gagal ginjal juga sering mengalami demam berulang akibat infeksi yang terjadi di dalam saluan kemih,” tambah Annisa.