Diputra gelar pameran lukisan White Lotus

JAKARTA: Perupa I Made Widya Diputra asal Bali menyelenggarakan pameran tunggal dengan tema 'White Lotus' di Galeri Mon Dcor mulai hari ini hingga 18 Desember 2010.Dalam pameran ini Diputra memajang lima karya relief yang terbuat dari silikon di atas
Yusuf Waluyo Jati | 09 Desember 2010 06:26 WIB

JAKARTA: Perupa I Made Widya Diputra asal Bali menyelenggarakan pameran tunggal dengan tema 'White Lotus' di Galeri Mon Dcor mulai hari ini hingga 18 Desember 2010.Dalam pameran ini Diputra memajang lima karya relief yang terbuat dari silikon di atas kanvas dengan harga rata-rata Rp35 juta dan satu karya instalasi 20 bunga lotus yang terbuat dari silikon dan besi berwarna putih. Harga satuan bunga lotus putih itu Rp2 juta.Karya seni Made Diputra dalam pameran ini menampilkan idiom 'lukisan' dan 'instalasi'. Semua karyanya diberi nama Lotus Putih. Nama ini sekaligus dijadikan tema besar pameran tunggalnya. Dari tema ini terlihat Diputra menyarankan simbolisme yang bertolak dari bunga yang di Indonesia dikenal dengan nama Bunga Teratai."Bagi Diputra, lotus Putih ini mewakilkan pandangannya tentang berbagai hal. Tentu hal tersebut tak lepas dari cara dia memandang kehidupan ini," kata kurator Aminudin TH Siregar hari ini. Ketertarikan diputra pada 'tumbuh-tumbuhan' seperti lotus ini bisa dibilang tidak lazim, bila dibandingkan dengan kecenderungan tema-tema seni rupa kontemporer seniman muda yang cenderung lebih banyak mempersoalkan identitas, sosial masyarakat serta sejumlah masalah dalam kebudayaan mutakhir. Oleh karena tema-tema dari flora dan fauna dipandang 'kuno' atau ketinggalan zaman.Tema-tema yang dianggapa remeh-temeh, yang menawarkan soal-soal narasi kecil justru banyak menandai perkembangan seni rupa kontemporer. Pada akhirnya bukan 'temanya' tetapi bagaimana tema itu disodorkan sebagai persoalan dalam seni.Sepanjang peradaban manusia bunga lotus sudah lama dijadikan simbol yang berkaitan dengan sejumlah hal tentang kehidupan manusia. Bunga ini diuungkan dengan makna-makna yang bersifat 'kerohanian' dan 'falsafah'.Mengapa Diputra tertarik mengambil subjek bunga lotus? "Bunga lotus tumbuh di tempat yang kotor atau di air yang keruh, tapi tidak terkontaminasi. Dia tetap segar dan indah, melambangkan perdamaian dan ketenangan," kata Diputra lembut. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top