Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Made Supena dan Made Galung tampilkan "Virilitas"

JAKARTA:Perupa  asal Bali I Made Supena dan I Made Galung Wiratmaja menyelenggarakan pameran bersama dengan tema "Virilitas" di Exhibition Hall Jakarta Art District, Grand Indonesia.Pameran yang berlangsung sejak kemarin sampai 1 Desember
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 21 November 2011  |  19:01 WIB

JAKARTA:Perupa  asal Bali I Made Supena dan I Made Galung Wiratmaja menyelenggarakan pameran bersama dengan tema "Virilitas" di Exhibition Hall Jakarta Art District, Grand Indonesia.Pameran yang berlangsung sejak kemarin sampai 1 Desember ini diselenggarakan oleh Galeri Mon Décor. "Virilitas ini akan menghadirkan dua makna virilitas dari dua pelukis Bali. Virilitas pertama ada dalam wilayah dongeng suci dan adati, seperti yang tampak dalam karya rupa I Made Supena; viritas kedua ada dalam mitos modern, seperti yang tampak dalam karya I Made Galung Wiratmaja," kata pengelola Galeri Mon Décor Martha Gunawan..Virilitas, dalam sejumlah budaya, segera terhubung dengan phallus yang dimaknai sebagai pusat dari semua fantasi kolektif kekuatan penyuburan.Realitas ini lebih dekat dengan karakter mitos yang menyimpan suatu ambiguitas struktural  pada sejumlah simbol yang terkait dengan kesuburan. Begitulah definisi sosial yang adalah produk dari sebuah konstruksi. Konstruksi budaya patriarki yang pada wilayah tertentu dirancang guna keuntungan kaum laki-laki.Virilitas atau kelelakian atau kejantanan dalam kultur tradisional Bali dibangun lewat narasi dongeng suci yang memosisikan laki-laki sebagai pusat segala energi. Itu sebabnya garis keturunan ayah misalnya,  bukan sekedar tumbuh dalam wilayah adati yang bersifat horizontal, tetapi lebih diyakini sebagai kebenaran vertikal. Sejumlah patung dan lukisan karya I Made Supena menunjukkan ihwal konstruksi sosial budaya itu.Suatu keharusan yang datang dari keyakinan adati itu pada akhirnya menjadi obsesif.  I Made Supena kemudian secara menerus melakukan semacam doa panjang melalui gubahan berulang sejumlah patung dan lukisan.Dalam kebudayaan kontemporer, apresiasi terhadap virilitas diwujudkan dalam bentuk pemujaan terhadap tubuh jantan oleh kaum laki-laki (juga oleh perempuan). Lihat misalnya bagaimana budaya pemeliharaan tubuh itu hadir melalui pintu wacana tentang tubuh yang sehat.I Made Galung Wiratmaja membidik realitas terkini yang tumbuh menjamur di Bali. Dalam lukisannya, bisa ditemukan pokok bahasan tentang lelaki yang menaklukkan gelombang, lelaki yang menaklukkan belantara, dan serupanya. Tubuh dalam lukisan Galung adalah tubuh yang dikonstruk oleh kebudayaan kontemporer di Bali. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top