GKJ pentaskan Rumah Boneka

JAKARTA: Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) bekerjasama dengan Institut Ungu dan Pentas Indonesia menggelar  “Rumah Boneka”, adaptasi dari naskah karya Henrik Ibsen “A Doll’s House” dengan sutradara Wawan Sofwan mulai tadi
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  14:09 WIB

JAKARTA: Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) bekerjasama dengan Institut Ungu dan Pentas Indonesia menggelar  “Rumah Boneka”, adaptasi dari naskah karya Henrik Ibsen “A Doll’s House” dengan sutradara Wawan Sofwan mulai tadi malam sampai 4 Desember 2011.Pergelaran “Rumah Boneka”  mengangkat peristiwa yang terjadi di keluarga kelas menengah Jakarta, pada masa kini. Tentang sepasang suami istri yang harus bertarung mempertanyakan kembali nilai-nilai perkawinan dan keadaan keluarganya.Pementasan ini menawarkan perenungan bagi semua kaum perempuan dan laki-laki baik tua maupun muda. Sekaranglah saatnya para lelaki menengok ke dalam Rumah Boneka, sebelum segalanya terlambat!Naskah drama ini pertama kali ditulis pada tahun 1879, dan menjadi naskah drama Ibsen yang paling terkenal. Bahkan, hingga kini masih dimainkan di berbagai negara."Naskah ini masih terus dimainkan di panggung internasional," kata penterjemah dan produser Tetar Ru,mah Boneka Faiza Mardzoeki. "Bahkan, merupakan naskah nomor 2 di belakang karya Shakespeare yang masih dimainkan."Meski  berasal dari negara barat, tak berarti ceritanya tidak relevan dengan fenomena masyarakat Indonesia. Menurut Faiza, karya Ibsen ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Itulah mengapa ia berani menerjemahkan “A Doll's House” menjadi seni teater yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia."Ceritanya tentang pernikahan di mana masyarakat Indonesia selalu beranggapan bahwa pernikahan adalah tujuan akhir dari kehidupan."Kalau belum menikah, ditambahkannya, selalu ada desakan agar segera menikah dan mengakibatkan kecerobohan dalam mengambil keputusan. "Inilah yang akan coba kami angkat."Pada drama teater ini diceritakan kehidupan pernikahan Nora, yang diperankan oleh Maya Hasan dan Chantal Della Concetta. Uniknya, baik Maya Hasan dan Chantal yang akan memerankan Nora secara bergantian, tidak memiliki pengalaman dalan dunia seni peran. Namun, hal ini bukanlah sebuah masalah.Sutradara Wawan Sofwan bahkan optimistis keduanya mampu memerankan tokoh Nora dengan baik. "Saya selalu menanamkan kepada para pemain untuk tidak meremehkan latihan. Dengan latihan yang baik maka hasilnya pun akan baik."Selain diperankan oleh Maya Hasan dan Chantal Della Concetta, teater ini pun  diperankan oleh Ayu Dyah Pasha, Ayez Kassar, Teuku Rifnu Wikana, Willem Bavers, Pipien Putri, Aji Santosa, dan Venessa Berylia Nareswari."Teater ini sarat akan nilai-nilai moral pernikahan dan wajib ditonton oleh masyarakat, khususnya wanita," kata Fauza.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top