LENNY AGUSTIN: merilis buku perdana Fashion is My Playground

JAKARTA: Dalam suasana perayaan hari lahir pejuang perempuan  RA Kartini, perancang mode yang juga pengurus Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Lenny Agustin meluncurkan buku perdananya berjudul Fashion is My Playground  yang
Zulkarnaini Muchtar
Zulkarnaini Muchtar - Bisnis.com 21 April 2012  |  21:01 WIB

JAKARTA: Dalam suasana perayaan hari lahir pejuang perempuan  RA Kartini, perancang mode yang juga pengurus Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Lenny Agustin meluncurkan buku perdananya berjudul Fashion is My Playground  yang menampilkan kreativitasnya mengolah kain tradisional Indonesia menjadi busana modern yang cocok bagi perempuan muda perkotaan."Saya ingin generasi muda bisa bergaya, namun tetap bangga dengan budayanya, yaitu Indonesia," kata  Lenny, setelah peluncuran bukunya di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, kemarin sore.Lenny mulai serius di jalur fashion pada 2003 itu  selalu menampilkan kain Nusantara antara lain kain sarung, atau batik  dalam rancangannya. Melalui buku tersebut, alumni  La Salle Collage itu  ingin menularkan kesuksesannya dalam merintis bisnis fashion kepada orang lain yang ingin berkutat di dunia rancang busana.Buku setebal 162 halaman itu merupakan kumpulan inspirasinya, mulai dari ciri khas, konsep pembuatan koleksi hingga karya-karyanya periode 2007 -2011.  Menurut  Lenny yang gemar menggunakan kain tradsional dalam busananya itu, buku ini merupakan rahasia dapurnya ketika menciptakan sebuah karya.Buku tersebut tidak diperjual belikan di toko buku, karena Lenny ingin menyasar pasar yang spesifik. Isi  buku tersebut bisa dimanfaatkan oleh para desainer muda dan anak-anak sekolah mode."Saya ingin buku ini sampai ke tangan yang membutuhkannya. Buku ini bisa menjadi inspirasi dan membuka wawasan desainer untuk menjadi dirinya sendiri. Sudah saatnya bagi mereka untuk tidak mengikuti seniornya dan punya jati diri sendiri," tambah desainer yang menyukai gaya rancangan Kenzo, Viviene Westwood , Christian Lacroix, karena rancnagan mereka kaya dengan unsur budaya tanpa meninggalkan semangat freedom di dalamnya.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top