Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WAYANG KULITUI Pentaskan Ruwatan Untuk Negeri

DEPOK: Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya, wayang bertajuk  Ruwatan untuk Negeri   di perpustakaan baru UI, Depok, malam ini Jumat 18 Mei 2012.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  21:00 WIB

DEPOK: Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya, wayang bertajuk  Ruwatan untuk Negeri   di perpustakaan baru UI, Depok, malam ini Jumat 18 Mei 2012.

 
Kegiatan ini menghadirkan 4 tokoh nasional sebagai narasumber wayang interaktif yaitu Machfud MD ( mahkamah konstitusi), Said Agil Siraj ( Kerua MWA UI dan PBNU), Gumilar R. Somantri ( Rektor UI), dan Endriartono Sutarto ( mantan panglima TNI dan Anggota MWA UI).
 
Dalam acara yang ditayangkan LIVE di TV One ini, dalang Mbah Sujiwo Tedjo, membawakan sebuah kisah pandadaran kampus sokalima. 
 
Semangat dari kisah ini ialah menggambarkan sebuah negara yang sedang mengalami konflik akibat berbagai lakon dari masyarakat negeri yangsering ingkar janji, diliputi oleh nafsu kekuasaan, kesombongan, yang bila tidak disikapi dengan kearifan dan keikhlasan akan berujung kepada kehancuran negeri.
 
Kisah yang berisi sembilan segmen ini, diawali dengan lakon pandita durna yang harus menikah dengan kuda. Setting cerita ialah istana kerajaan pancala yang dipimpin oleh raja sucitro. Kisah memuncak ketika terjadi peperangan antara kurawa dan gundama, karena upaya kurawa untuk meringkus prabu sucitra dan patih gandama dengan penuh kebencian.
 
Nilai-nilai yang menjadi pesan utama dari acara pewayangan ini ialah ketika pandawa yang sebenarnya bersama sama dengan kurawa dipeintahkan oleh durna untuk prabu sucitra, justu sukses " meringkus" prabu dan patih gandama, dengan pendekatan "hati". 
 
Filosofi yang ingin disampaikan ialah, bahwa konflik merupakan sebuah hal yang pasti mendera kehidupan manusia namun, konflik akan dapat diakhiri dengan sebuah pendekatan yang humanis tanpa dilumuri oleh aura kebencian.
 
Dalam pewayangan yang menampilkan cak lontong ini, para narasumber diminta untuk menyampaikan pesan pesan yang mampu memberikan kesejukan dan berbagi pesan budaya bagi penonton di seluruh indonesia, selama 2 jam. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top