Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FESTIVAL FILM PALESTINA: Ada 4 film, ini dia sinopsisnya

JAKARTA:  Jakarta Palestine Film Festival (JPFF) yang diadakan oleh lembaga Asia-Pacific Community (Aspac) for Palestine doi Taman Ismail Marzuki, Minggu (16/12), ditonton oleh banyak warga Jakarta. Ada 4 film yang diputar, berikut sinopsisnya:BudrusSutradara   
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  23:31 WIB

JAKARTA:  Jakarta Palestine Film Festival (JPFF) yang diadakan oleh lembaga Asia-Pacific Community (Aspac) for Palestine doi Taman Ismail Marzuki, Minggu (16/12), ditonton oleh banyak warga Jakarta. Ada 4 film yang diputar, berikut sinopsisnya:BudrusSutradara    : Julia BachaDurasi         : 70 menitMelihat desanya Budrus, terancam dalam kungkungan tembok apartheid Israel, seorang pemimpin sebuah komunitas, Ayyed Morrar, mengorganisir demonstrasi anti kekerasan yang tidak hanya menyatukan berbagai fraksi politik di Palestina, tapi juga berusaha mendamaikan Israel dan Palestina.Putrinya yang baru berusia 15 tahun ikut berjuang bersamanya, dengan memimpin kontingen perempuan di baris terdepan. Tim ayah dan anak gadisnya ini merilis sebuah gerakan yang menginspirasi beberapa wilayah lainnya di Palestina, sampai cita-cita mulia mereka berhasil. Disutradarai oleh pemenang berbagai penghargaan perfilman, Julia Bacha, film ini masih terus diputar di festival perfilman di seluruh dunia, dan telah banyak menerima berbagai penghargaan. Penghargaan terakhir yang diraih film ini adalah sebagai film kedua terbaik pada Festival Film Internasional 2010 di Berlin.Tears of GazaSutradara    : Vibeke LokkebergDurasi         : 83 menitFilm ini menyibak tabir kebenaran di balik bangsa pengecut dan media-media pendusta, dengan opini yang menggambarkan pembantaian Israel sebagai ‘pertahanan diri.’ Film ini menelanjangi kebiadaban Israel di jantung kota Gaza melalaui jiwa para syuhada dan senyum getir anak-anak Gaza tak bernyawa.Lokkeberg menghadirkan nama, wajah dan kisah 3 anak. Gaza biasa yang memiliki jiwa dan semangat yang luar biasa. Dan baginya, itu pun masih belum cukup mewakili gambaran penderitaan anak-anak Gaza lainnya, yang masih banyak lagi dan jauh lebih tragis lagi.Film ini cukup menghujam jantung kita, dengan rekaman nyata kota Gaza yang tersiksa. Air mata dan amarah kita akan membuncah, ketika melihat bom Israel jatuh tepat di atas anak-anak yang sedang tidur lelap, dan kemudian pesawat tempur Israel menghujani warga sipil Palestina dengan White Phosphorus.BethlehemSutradara    : Tim NeevesDurasi         : 27 menitBetlehem, sebagai awal mula sejarah Alkitab, dihuni oleh salah satu komunitas Kristen tertua di dunia.Di kota ini terdapat Gereja Nativity yang dibangun di atas gua, dimana diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Isa AS (Yesus, bagi umat Kristiani) selama lebih dari 2000 tahun, ummat Kristiani dari seluruh penjuru dunia terus berdatangan ke Palestina tanpa kendala, karena Gereja Nativity ini termasuk situs paling suci bagi pemeluk agama tersebut.Tepi Betlehem sekarang dalam keadaan terhimpit dan terpenjara. Tembok apartheid melingkar bagai ular mengelilingi kota tersebut, membentang sejauh mata memandang. Komunitas Kristiani di Bethlehem pun telah telah menyusut jauh, sebagai besar tanah penduduk setempat telah hilang akibat kolonisasi Israel.Film ini menyoroti dampat Tembok Ras pada komunitas Kristen setempat, serta kondisi kota Bethlehem dan sekitarnya, seperti Hebron, menurut sudut padang warga Palestina maupun penjajah Israel.Home FrontSutradara    : Rebekah Wingert-Jabi dan Julia BachaDurasi         : 31 menitFilm ini menampilkan potret dari empat profil yang hidup dalam satu lingkungan di Sheikh Jarrah, sebuah wilayah di bagian Timur Al-Quds. Ada warga Palestina yang rumah mereka diambil alih oleh penjajah Israel, ada juga warga Israel yang menjadi aktivis solidaritas yang mendukung warga Palestina, dan menentang penjajahan oleh bangsanya sendiri.Mereka adalah Mohammed El Kurdi, seorang remaja Palestina yang keluarganya dipaksa menyerahkan sebagian rumah mereka kepada keluarga penjajah Israel dan hidup di bawah satu atap.Di usianya yang masih belia, dia harus menghadapi ketegangan dengan tetangganya itu. Amal Qassem, salah satu pemimpin dari suatu komunitas Palestina yang merupakan ujung tombak perempuan Palestina di Sheikh Jarrah dalam menentang penjajahan Israel.Gil Butglick, seorang veteran Israel yang hanya beberapa tahun bertugas di medan pertempuran di Tepi barat, dan sekarang menemukan dirinya menjadi pemimpin pada setiap aksi protes menentang penjajahan oleh bangsanya.Terry Benninga, seorang ibu kelahiran Amerika, yang sering terlibat dalam demonstrasi menentang penjajah Israel atas Palestina, sejak anak-anaknya ditangkap karena melakukan aksi protes yang sama. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top