Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FILM: Gaet generasi muda jadi sineas, IDS gelar workshop filmmaker

JAKARTA:  Film dan media digital merupakan dunia yang menarik bagi banyak orang. Beragam profesi di dunia film dan media digital pun kini menjadi incaran generasi muda yang berjiwa kreatif dan penuh imajinasi. Terlebih pada saat ini, saat di mana
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Januari 2013  |  09:34 WIB

JAKARTA:  Film dan media digital merupakan dunia yang menarik bagi banyak orang. Beragam profesi di dunia film dan media digital pun kini menjadi incaran generasi muda yang berjiwa kreatif dan penuh imajinasi. Terlebih pada saat ini, saat di mana teknologi sudah semakin maju serta kemudahan akan akses media.
 
Hampir semua kawula muda memiliki telepon genggam berkamera serta jejaring sosial. Bisa dikatakan media untuk menjadi seorang filmmaker semakin mudah didapatkan.
 
Sejalan dengan semakin majunya teknologi serta ketertarikan kawula muda akan industri perfilman, International Design School (IDS) menggelar Screenwriting and Cinematography Workshop dengan tema “Memanfaatkan Media yang Ada untuk Jadi Filmmaker" hari ini Kamis 31 Januari 2013.
 
Workshop ini berlangsung di kampus IDS, dengan menghadirkan 2 pembicara yaitu Abdul Dermawan Habir (Gerry) dan Getar Jagatraya.
 
Gerry adalah cinematographer 3Sum, film omnibus yang sedang diputar di bioskop tanah air. Dia juga telah bekerja sama dengan Gareth Evans (Merantau, The Raid), Timo Tjahjanto (Rumah Dara, Libido-ABC of  Death) dan Gunnar Nimpuno (Modus Anomali, Sang Pemimpi).
 
Sementara itu pelatihan screenwriting oleh Getar Jagatraya screenwriter dari film Euphoria, Teater Panggung Loetoeng Kasarung karya Didi Petet dan tengah merampungkan skenario berikutnya di film “Burung-Burung Kertas”.
 
 “Kami ingin memberikan workshop yang berbeda, mendidik tapi tidak membosankan,” kata  Program Head Digital Film and Media IDS Pandu Birantoro.
 
“Dalam workshop ini peserta belajar sinematografi serta screenwriting dengan menggunakan teknologi digital sekarang serta bagaimana memanfaatkan tools yang ada untuk menceritakan sesuatu. Jadi tidak ada lagi alasan susah buat film karena toolsnya mahal,”  kata Pandu.
 
IDS adalah institusi pendidikan yang didirikan oleh Andi S. Boediman sejak tahun 2000. Sekolah ini memiliki 2 bidang, yakni School of  Multimedia Design and Communication (new media design, animation, film dan social media and digital advertising) dan School of Creative Business and Entrepreneurship (wirausaha kreatif dan creative marketing). (arh)


 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herry Suhendra

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top