Masuk 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh, Ini Kata Wowok Hesti Prabowo

Penyair Wowok Hesti Prabowo terpilih menjadi salah satu dari 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh oleh Tim 8 Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B Jassin. Apa tanggapannya?
Miftahul Khoer | 05 Januari 2014 09:24 WIB
Wowok Hesti Prabowo - Miftahul Khoer

Bisnis.com, JAKARTA- Penyair Wowok Hesti Prabowo mengaku bangga  terpilih menjadi salah satu dari 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang disusun oleh Tim 8 Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B Jassin.

“Saya kira ini bukan keberhasilan saya pribadi, tetapi keberhasilan semua termasuk sastra buruh, sastra pinggiran dan komunitas yang selama ini saya gaungkan,” katanya kepada Bisnis.

Buku kontroversial 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh diluncurkan di PDS H.B Jassin Taman Ismail Marzuki Jakarta pada Jumat (3/1/2014). Buku tersebut memiliki ketebalan lebih dari 700 halaman.

Tim 8 sebagai penyusun menjelaskan satu persatu pengaruh dari ke-33 tokoh sastra tersebut baik dari karya maupun perilaku berkesenian sang tokoh.

Tim 8 beranggotakan antara lain Acep Zamzam Noor, Agus R Sarjono, Ahmad Gaus, Berthold Damsausher, Jamal D. Rahman, Joni Ariadinata, Maman S. Mahayana dan Nenden Lilis Aisyah.

Wowok Hesti Prabowo sendiri merupakan seniman yang konsen dengan permasalahan kaum buruh. Dia mendirikan jurnal boemipoetra sebagai alat propaganda melawan dominasi sastra atas komunitas sastra lain.

Menurutnya, terpilihnya dia dalam 33 tokoh sastra tersebut merupakan hikmah yang didapat dari selama ini apa yang dia teriakan tidak pernah diakui.

“Saya menangkap positifnya saja, terlepas dari munculnya pro dan kontra. Dan saya gak bakal menolak, toh jika menolak juga gak ada gunanya buat Tim 8 dan gak akan mengubah isi buku. Kalau ada yang gak setuju, mending buat buku tandingan lagi,” ujarnya.

Adapun ke-33 tokoh sastra tesebut antara lain Kwee Tek Hoay, Marah Roesli, Hamka, Chairil Anwar, Amir Hamzah, Pramoedya Ananta Toer, Rendra, Remmy Sylado, Denny JA, Wowok Hesti Prabowo, Ayu Utami dan lainnya.

Menurut Tim 8, kriteria yang disepakati dalam buku tersebut antara lain pengaruh ketokohan dengan konteks nasional, pengaruh ketokohan yang tidak temporal, ketokohan yang menjadi posisi kunci, penting dan menentukan serta pengaruh ketokohan sebagai pencetus yang melahirkan pengikut bahkan penentang.

Ke-33 tokoh yang ada dalam buku tersebut tidak melulu sastrawan, akan tetapi orang-orang yang terlibat dalam kesusastraan di Indonesia sejak abad 20.

Tag : tokoh sastra
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top