Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biar Tidak Stres Usai Gagal Pencalegan, Baca Buku "Mau Berkuasa??? Nggak Punya Duit... No Way!"

Sering kali pascaperhelatan Pileg dan pilkada, muncul pemberitaan para calon atau kandidat yang kalah, dan kemudian mengalami gangguan jiwa.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 16 April 2014  |  14:06 WIB
Biar Tidak Stres Usai Gagal Pencalegan, Baca Buku "Mau Berkuasa??? Nggak Punya Duit... No Way!"
Gambar Sampul Buku - Bisnis/Puput Ady Sukarno

Bisnis.com, JAKARTA - Sering kali pascaperhelatan Pileg dan pilkada, muncul pemberitaan para calon atau kandidat yang kalah, dan kemudian mengalami gangguan jiwa.

Bahkan, di beberapa daerah, ada yang sampai melakukan upaya bunuh diri, karena tidak sanggup menahan beban utang yang harus dilunasi selama berkompetisi menjadi kandidat tersebut.

Seperti pemberitaan pada Pileg 2009 yang sedikitnya tercatat terdapat 23 kasus calon anggota legislatif (caleg) tingkat DPRD yang mengalami gangguan jiwa ketika mengetahui tidak mendapatkan kursi dewan.

Kebanyakan faktor penyebabnya adalah lantaran kandidat itu hanya bermodal nekat dan telah menghabiskan banyak dana namun ternyata tidak berdampak pada perolehan suara.

Pada 2014, sebelum hari pencoblosan pemilihan anggota legislatif yang jatuh pada 9 April, juga sudah muncul pemberitaan beberapa rumah sakit di Indonesia telah mempersiapkan ruangan untuk merawat caleg yang mengalami gangguan jiwa.

Melihat fenomena tersebut, membuat Deni Lesmana, seorang perencana keuangan dan konsultan politik dari Jaringan Nusantara (Jarinusa) untuk menerbitkan sebuah buku bertajuk "Mau Berkuasa??? Nggak Punya Duit... No Way!", yang berisi mengenai pengelolaan keuangan yang tepat untuk meraih kursi kekuasaan.

Karena, bagi Deni yang mantan aktivis di Lingkaran Survei Indonesia dan Indobarometer tersebut terdapat tiga kesalahan utama yang dilakukan oleh para kandidat.

Kesalahan pertama adalah tujuan ikut berkompetisi yang telah menyimpang dari cita-cita mulia, kedua adalah strategi politik yang dilakukan salah, dan ketiga adalah tidak melakukan perencanaan keuangan yang tidak baik.

Terutama, lanjutnya bagi para kandidat pendatang baru yang kebanyakan hanya bermodal nekat tanpa perencanaan strategi politik yang matang dan perencanaan keuangan yang tepat.

Menurutnya selain perencanaan strategi politik yang benar, peran perencanaan keuangan yang tepat juga sangat besar untuk menuju kesuksesan meraih kursi.

Beberapa hal yang coba dikupas oleh penulis adalah bagaimana seseorang politisi harus dapat membagi pengelolaan keuangan untuk keluarga dan pemenangan.

"Pemisahan ini sangat penting dan wajib, agar keluarga tetap dapat tersenyum, ketika para kandidat itu menang atau kalah," tuturnya, kepada Bisnis belum lama ini.

Melalui buku tersebut para kandidat juga bisa mempersiapkan modal keuangan dengan semaksimal mungkin untuk bisa menggerakkan mesin pemenangan.

Buku ini juga memberikan panduan bagi para politisi agar dapat mengelola keuangannya dengan baik, mengelola hutang, memahami profil resiko pada keuangannya, serta mengetahui seberapa akebutuhan alokasi budget untuk pemenangan, sehingga terhindar dari kesalahan fatal apabila menghadapi situasi terburuk saat berkompetisi.

Secara garis besar, ada enam bab besar yang mencoba dikupas oleh Deni dalam bukunya tersebut.

Bab pertama berisi cerita berbagai kasus para kandidat yang stress, yang terjadi pada kurun waktu 2005-2010 untuk dijadikan refleksi.

Bab kedua mengajak politisi melakukan financial check up sebelum bertarung. Penting untuk mengevaluasi dan memastikan kondisi keuangan dalam keadaan yang mendukung untuk berkompetisi.

Bab ketiga memberikan masukan kepada kandidat untuk terlebih dahulu alias mengutamakan mempersiapkan dan merencanakan keuangan bagi keluarga, agar tetap stabil dalam kondisi apapun sehingga bisa tetap tersenyum.

Bab keempat mempersiapkan jaring pengaman keuangan ketika memasuki kompetisi, baik saat periode bakal calon, calon, terpilih, hingga penyiapan dana darurat.

Bab kelima adalah manajemen hutang yang harus diselesaikan kandidat. Mayoritas kandidat yang memiliki peluang besar untuk terpilih, apabila memiliki keterbatasan dana, akan berusaha mendapatkan suntikan dana pihak ketiga.

Bab keenam atau terakhir adalah pentingnya didampingi perencana keuangan dalam mengelola hal tersebut. Di sini akan digambarkan hal apa saja yang akan dilakukan oleh perencana keuangan bagi para kandidat tersebut.

Buku panduan yang tepat bagi para kandidat yang mencoba bertarung di kursi legislator maupun kepala daerah. Karena, seperti pepatah mengatakan bahwa persiapan yang matang adalah separuh dari keberhasilan. Selamat membaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top