Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TIPS RUMAH TANGGA: Cegahlah Perceraian dengan Cara Ini. Tidak Percaya? Silahkan Coba

Di dunia modern ini persaingan karier dan hubungan antarpersonal dalam pasangan nikah tidak jarang memicu perceraian.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 April 2014  |  10:33 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Di dunia modern ini persaingan karier dan hubungan antarpersonal dalam pasangan nikah tidak jarang memicu perceraian.

"Kalau sudah begitu, mau pilih mana? Bercerai atau tetap kemelut?," kata ahli ilmu kejiwaan Prof dr Willy F. Maramis SpKJ(K) dalam seminar yang diadakan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya hari ini (27/4/2014).

Di hadapan sejumlah pasangan suami istri dalam seminar mengenai relasi dan komunikasi suami istri, ia mengatakan orang sering terjebak pada satu atau dua pilihan, padahal jika kritis, mereka bisa menemukan banyak pilihan.

"Situasi pasangan suami istri yang sama-sama berkarier atau penghasilan suami yang lebih rendah daripada istri tidak jarang memunculkan percikan api yang siap menghanguskan biduk rumah tangga. Itu penyebab perceraian yang sering terjadi," katanya.

Dekan FaKultas Kedokteran universitas tersebut menawarkan satu resep yakni menjalin komunikasi berempati atau bicara dengan perasaan.

"Komunikasi yang baik membutuhkan keterbukaan. Baik terbuka dalam memberi umpan balik maupun terbuka untuk menerima umpan balik," ujar guru besar yang tetap enerjik dalam usianya yang memasuki 88 tahun pada Juni 2014 itu.

Menurut dia, bila tidak ada usaha secara sadar untuk berkomunikasi empatis, maka suami istri cenderung saling menjauh dalam hidup modern yang lebih menomorsatukan prestasi dan kenikmatan daripada hubungan dalam perkawinan.

"Memberi umpan balik dengan komunikasi yang baik mampu memperkaya diri sendiri dan orang lain. Keterbukaan diri dan empati dapat dilatih," tuturnya.

Caranya, "bicaralah "heart to heart" (dari hati ke hati), saling curhat seperti waktu masih pacaran". Bicara dengan perasaan. Hilangkan kesan menyudutkan pasangan dan tempatkanlah diri Anda pada situasi pasangan.

"Komunikasi dengan perasaan akan menimbulkan relasi yang akrab, hangat, dan intim. Sediakan waktu untuk berkomunikasi dari hati ke hati dengan si dia," urainya.

Dia menyimpulkan, bercerai atau kemelut bukan pilihan. "Diperlukan usaha dari kedua belah pihak. Hidup yang berarti tidak terjadi secara kebetulan, tidak juga karena situasi, tetapi adalah pilihan," tegasnya. (ant/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cerai

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top