Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SENI RUPA: Thedeo MixBlood Melewati Batas Budaya

Wajah boneka Barbie dengan kaki-kaki tarantula tampak garang. Boneka yang dimodifikasi dua seniman asal Yogyakarta, R. Bonar (Otong), dan Fahla F. Lotan (Dila) dilengkapi dengan dinamo sehingga membuat boneka ini dapat bergerak memutar.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 27 April 2014  |  12:20 WIB
Kolektor umumnya warga negara asing  - blibli.com
Kolektor umumnya warga negara asing - blibli.com

Bisnis.com, JAKARTA - Wajah boneka Barbie dengan kaki-kaki tarantula tampak garang. Boneka yang dimodifikasi dua seniman asal Yogyakarta, R. Bonar (Otong), dan Fahla F. Lotan (Dila) dilengkapi dengan dinamo sehingga membuat boneka ini dapat bergerak memutar. Instalasi yang bernama Mother Wisdom merebut perhatian pengunjung yang menghadiri pembukaan pameran Traversing Cultures di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta pada pertengahan April 2014.

Baik Otong dan Dila mengungkapkan pembuatan Mother Wisdom terinspirasi dari Dewi Sri. Dalam mitos di Jawa, Dewi Sri yang dikenal sebagai Dewi Kesuburan atau Dewi Padi, dikenal sebagai perempuan yang bijaksana. "Putaran di boneka Mother Wisdom merupakan filosofi hidup perempuan yang terus menebarkan kebaikan," ujar Dila.

Kedua seniman asal Yogyakarta ini bergabung dalam kelompok Thedeo MixBlood. Kelompok ini terlibat dalam berbagai eksperimen seni rupa, dan  banyak menghasilkan karya dari hasil eksperimen hiperbolis untuk menyuguhkan karya kepada khalayak.

Dalam pameran kali ini, mereka menampilkan 6 karya seni rupa gabungan antara mainan anak dan hasil imajinasi dengan menggunakan obyek modern. Ciri khas Thedeo MixBlood yang mengumbar keliaran imajinasi sang seniman dapat dicermati dalam karya berjudul The Big Mission.

Dalam karya ini, boneka karakter Donald Bebek, disulap menjadi sebuah karya seni berupa monster yang biasa dimainkan atau dimiliki anak-anak. Penambahan barang-barang tidak terpakai dirangkaikan dalam boneka ini. Kain pel dipasang pada celah-celah kosong untuk memberikan gradasi warna yang unik dan menarik dipandang mata.

Thedeo MixBlood juga tidak sungkan berimajinasi lebih liar dengan mengubah sebuah mobil mainan menjadi karya seni yang mengacu pada sisi historis. Implementasi ini dapat dilihat dari karya berjudul Buraq Transformation. "Kami mengibaratkan kendaraan Nabi saat itu lebih canggih dari kendaraan sekarang ini," ujar Otong.

Pada karya berjudul Dasamuka, kedua seniman ini menghadirkan beberapa tokoh seperti Angry Bird, Joker, dan pahlawan kartun yang kerap tayang dilayar kaca anak-anak. Karya tersebut digabungkan menjadi sebuah ksatria bersenjata dan berpenampilan menyeramkan.

Sementara itu, dalam karya The Rising of the Guardian, lagi-lagi kedua seniman Thedeo MixBlood ini menggunakan bahan kain pel untuk menambah aksen warna. Tema yang diusung konsisten mengedepankan kisah kepahlawanan.

Melalui pameran Traversing Culture ini, kedua seniman ini condong menyoroti lintas batas beragam nilai budaya tradisional dan modern. "Kami hadirkan budaya lokal seperti mitos Dewi Sri, sedangkan pada beberapa karya lain juga mengedepankan tokoh hero yang akrab ke berbagai kalangan," ujar Dila.

Sejak bersama-sama berkesenian pada 2009, keduanya kerap memamerkan karya di beberapa tempat. “Kebanyakan kolektor kami berasal dari luar negeri,” ungkap Otong.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni rupa
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top