Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUKU: Ternyata, Sebelum Dibunuh Ninoy Aquino Sempat Telepon Jusuf Wanandi

Pendiri CSIS, tim think tank pemerintah pada masa Soeharto, Jusuf Wanandi ternyata punya hubungan khusus dengan Benigno S. Aquino, Jr.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 11 Mei 2014  |  16:25 WIB
BUKU: Ternyata, Sebelum Dibunuh Ninoy Aquino Sempat  Telepon Jusuf Wanandi
Foto mengenang 30 tahun meninggalnya Ninoy - malacanang.gov.ph

Bisnis.com, JAKARTA-- Salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), tim think tank pemerintah pada masa Soeharto, Jusuf Wanandi ternyata punya hubungan khusus dengan Benigno S. Aquino, Jr.

Benigno adalah senator Filipina yang tewas setelah ditembak pada 21 Agustus 1983 di Manila.

Peristiwa ini disebut-sebut sebagai pemicu gerakan people power yang meruntuhkan kekuasaan Presiden Ferdinand Marcos.

Nah, sehari sebelum kematiannya, Benigno atau Ninoy sempat menelepon Jusuf terkait keselamatannya ketika akan kembali ke Filipina.

"Hai kawan, saya teman yang bertemu Anda dalam penerbangan antara Tokyo dan Hongkong. Saya sekarang sedang di Taiwan dan besok akan kembali ke Manila sekitar tengah hari. Saya masih khawatir tentang apa yang akan dilakukan Ver kepada saya, karena itu tolong kau bisa minta kawan kita bicara kepada Ver mengenai keselamatan saya?"

Itulah pinta Ninoy kepada Jusuf, sebagaimana ditulis dalam buku "Menyibak Tabir Orde Baru."

Buku yang terbit Februari itu sebelumnya sudah beredar dalam edisi bahasa Inggris dengan tajuk "A Political Momoir of Modern Indonesia 1965-1998."

Jenderal Fabian Ver adalah staf Marcos yang membuat Ninoy khawatir karena kekejamannya dan ketidakmampuannya untuk berpikir panjang.

Ninoy pernah bertanya kepada Jusuf tentang siapa di Indonesia yang dekat dengan Jenderal Fabian Ver.

Jusuf menyebut Jenderal Benny Moerdani, kepala intelijen Presiden Soeharto, pernah menjalin kontak dengan Ver.

Sehari setelah sambungan telepon itulah Ninoy dieksekusi di Bandara Manila.

Ninoy, setelah masa eksilnya di luar negeri, memutuskan kembali ke negaranya untuk membantu memperbaiki situasi politik dalam negeri yang kacau di bawah Marcos.

Benny sendiri, menurut Jusuf, berjanji segera bicara dengan Ver yang cukup dikenalnya. Sayang, Ninoy memang sudah ditargetkan untuk dibunuh.

Dalam serangkaian foto di laman Wikipedia soal Ninoy diperlihatkan bagaimana tentara menjemput mantan wartawan Manila Times itu dari tempat duduknya di dalam pesawat.

Pembunuhan merupakan bagian kecil dari cerita Jusuf yang menyibak berbagai cerita menarik di balik rezim militer di Indonesia. Cerita kakak dari pengusaha Sofjan Wanandi itu merupakan rangkaian perannya dalam membantu membesarkan dan saksi perjalanan Orde Baru.

Selain penuturan proses di balik layar rezim Orba, Jusuf menyisipkan 'penyesalannya' terkait pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh PKI selepas peristiwa pembunuhan beberapa jenderal pada 30 September 1965. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku wanandi soeharto
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top