Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Festival PopCon Asia Minim Dukungan Pemerintah

Meski Festival popular culture tahunan PopCon Asia kembali digelar di Jakarta sejak Jumat (19/09/2014) hingga Minggu (21/09/2014) dengan melibatkan 10 negara, sayangnya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tak memberi dukungan.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 20 September 2014  |  02:18 WIB
Festival PopCon Asia Minim Dukungan Pemerintah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Meski Festival popular culture tahunan PopCon Asia kembali digelar di Jakarta sejak Jumat (19/09/2014) hingga Minggu (21/09/2014) dengan melibatkan 10 negara, sayangnya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tak memberi dukungan.

"Kami sudah mencoba menjalin kerja sama sejak festival ini diadakan pertama kali dua tahun lalu, namun tak ada tanggapan," ujar Program Director PopCon Asia 2014 Mayumi Haryoto ketika ditemui Bisnis.com, Jumat (19/09/2014)

Padahal, lanjutnya, festival ini turut mendorong geliat industri kreatif di Tanah Air dengan mengenalkan kreator-kreator lokal Indonesia ke tingkat dunia.

Sebut saja karakter superhero lokal seperti Nusantara Ranger, Bima X, Gundala, Gatot Kaca dan Pendekar Tongkat Emas.

Ada pula peluncuran card game yang memiliki tema Batavia di tahun 1922 karya Manikmaya Game Publishing bertajuk "Mat Goceng"

Kesemua kreator lokal tersebut bersanding dalam area yang sama dengan kreator-kreator dunia dari 10 negara yang terlibat seperti Amerika, Australia, Belanda, Malaysia, Filipina, Hong Kong, Korea, Perancis dan Thailand.

Meski tanpa dukungan pemerintah, Mayumi mengaku tetap melihat respons masyarakat yang positif. Jumlah pengunjung sejak tahun pertama festival ini diadakan membludak dari 9.000 menjadi 18.000 pengunjung.

Menurutnya, hal ini menunjukkan geliat industri kreatif di Indonesia direspons cukup baik oleh pasar. Ini merupakan modal yang penting untuk menghadapi Pasar Bebas Asean 2015 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni budaya festival
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top