Obgyn Berperan Dalam Edukasi Kontrasepsi

Peran obgyn sebagai dokter spesialis yang langsung menangani pasien dalam bidang reproduksi, memegang peranan penting untuk memberikan edukasi tentang kontrasepsi.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 30 September 2014  |  20:25 WIB
Obgyn Berperan Dalam Edukasi Kontrasepsi
Peran obgyn sebagai dokter spesialis yang langsung menangani pasien dalam bidang reproduksi, memegang peranan penting untuk memberikan edukasi tentang kontrasepsi.obgyn.med.sc.edu

Bisnis.com, JAKARTA -- Peran obgyn sebagai dokter spesialis yang langsung menangani pasien dalam bidang reproduksi, memegang peranan penting untuk memberikan edukasi tentang kontrasepsi.

"Edukasi mengenai kontrasepsi ini penting untuk membantu masyarakat dalam merencanakan masa depan keluarganya," kata dokter Nurdadi Saleh, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dalam diskusi memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia 2014 di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Menurut dia, dokter spesialis obstetri dan ginekologi memiliki peran yang sangat besar dalam penambahan, dan penyebaran akseptor jangka panjang, sesuai dengan program pemerintah saat ini.  

Dia mengatakan POGI juga memberikan pelatihan kepada anggotanya dalam melakukan Indonesia Advanced Labor dan Risk Management (IN-ALARM), tentang pemasangan IUD pasca bersalin.

"Program ini wajib dilakukan oleh obgyn setiap lima tahun sekali, sebagai prasyarat untuk mendapatkan rekomendasi izin praktik," ungkap Nurdadi.

Dokter Emi Nurjasmi, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menambahkan revitalisasi program KB merupakan inisiatif yang wajib dijalankan.

Untuk itu, lanjutnya, IBI secara berkesinambungan mengadakan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para bidan dalam konseling, dan edukasi tentang program KB.

"Tujuannya agar perempuan di Indonesia dapat lebih memahami dan memilih kontrasepsi yang tepat, sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar Emi.

Menurut dia, bidan adalah garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, tentang pentingnya kontrasepsi bagi pembangunan keluarga yang sehat dan sejahtera.

"Kesehatan reproduksi yang buruk, dapat mempengaruhi prospek ekonomi generasi berikutnya. Dampak yang paling ekstrim timbul ketika seorang perempuan, atau bayinya meninggal saat melahirkan. Di samping itu kesehatan ibu juga dapat mempengaruhi kesejahteraan dan pendidikan anak-anaknya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
keluarga berencana

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top