Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUKU: Mozaik Permasalahan Infrastruktur Indonesia

Sekilas membaca judul buku karya Darwin Zahedy Saleh, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2009-2011, Mozaik Permasalahan Infrastruktur Indonesia, saya pada awalnya berkomentar singkat, Ini buku berat.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 26 Oktober 2014  |  14:00 WIB
BUKU: Mozaik Permasalahan Infrastruktur Indonesia
Pembangunan infrastruktur transportasi massal juga sangat diperlukan karena berpengaruh signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi di kota-kota besar. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sekilas membaca judul buku karya Darwin Zahedy Saleh, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2009-2011,  Mozaik Permasalahan Infrastruktur Indonesia, saya pada awalnya berkomentar singkat, “Ini buku berat.”

Namun, kata mozaik dalam buku ini menyemangati saya untuk membuka dan membacanya. Mozaik secara harfiah merupakan seni menyusun kepingan-kepingan kecil suatu material, baik dari kaca, batu, atau yang lainnya hingga membentuk satu wujud gambar baru yang lebih utuh.

Seperti layaknya menyusun mozaik, melalui buku ini sang penulis mencoba menyusun satu per satu permasalahan infrastruktur di Tanah Air yang cukup kompleks dengan telaten untuk dapat menangkap esensi yang seutuhnya tentang persoalan itu.

Setelah tersusun pun, perlu kejernihan gambar permasalahan infrastruktur yang sesungguhnya, mengingat infrastruktur adalah sebuah sarana untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dengan dibantu dua penulis muda, Muhammad Fikruzzaman Rahawarin dan Tantiana Maria Cahyani, Darwin memaparkan dengan gamblang perma-salahan infrastruktur di Indonesia tidak sesederhana persoalan seberapa banyak jalan yang berlubang di Tanah Air.

Dalam buku setebal 346 halaman, keluaran penerbit Ruas pada September 2014 ini, penulis menyajikan tulisannya dengan bahasa yang cukup mudah dimengerti meskipun permasalahan yang dibahas tidak sederhana.

Lahirnya buku ini merupakan penelusuran hasil studi, baik dari dalam maupun luar negeri, sejumlah bahan internal pemerintahan maupun swasta yang tujuannya adalah untuk mendapatkan jawaban yang sesungguhnya dari peliknya permasalahan infrastruktur di Indonesia saat ini.

Bahkan, untuk membuat hasil penulisan ini semakin relevan, penulis melakukan serangkaian wawancara baik kepada para pejabat pemerintahan maupun dunia usaha yang menggeluti bidang tersebut hingga mendapatkan jawaban bahwa hakekat permasalahan infrastruktur di Indonesia adalah permasalahan ekonomi.

Apa saja jenis infrastruktur, berapa banyak infrastruktur yang dibangun, di mana lokasinya, bagaimana implementasinya dan dari mana sumber pendanaannya, serta rekomendasi solusi apa saja yang sebaiknya diambil oleh para pengambil keputusan, semua hal itu diutarakan dengan gamblang yang terbagi dalam tujuh bab utama.

Bab pertama adalah pendahuluan, bab kedua pembangunan infrastruktur dalam dimensi perekonomian, bab ketiga isu dan kondisi infrastruktur di Indonesia, bab keempat aspek kelembagaan infrastruktur, bab kelima aspek organisasi dan kementerian teknis, serta bab keenam adalah aspek pembiayaan infrastruktur.

Kesimpulan yang disajikan penulis bahwa infrastruktur yang perlu dibangun di Indonesia adalah infrastruktur yang mampu berarti meningkatkan daya saing bangsa dan keadilan ekonomi.

Mengingat karakteristik yang khas dari pola persebaran yang berbeda antara sumber daya mineral dan penduduk Indonesia, maka yang sangat diperlukan adalah infrastruktur yang menghubung-kan hasil sumber daya alam ke pusat kegiatan ekonomi atau pusat beban yang padat industri dan penduduk.

Dengan demikian, keunggulan sumber daya alam itu dapat ditransformasikan ke dalam berbagai instalasi kegiatan ekono-mi dan industri atau keunggulan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

EFISIENSI ENERGI

Dalam hal ini, misalnya, disamping pembangunan jalan yang menghubung-kan tempat tinggal penduduk terpencil dengan pusat kota terdekat, juga perlu dibangun jalur kereta api untuk mendukung arus lalu linta barang di jalur-jalur padat.

Infrastruktur jalan memberikan andil besar dalam upaya pemerataan hasil pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Keberadaan jaringan jalan yang terus meningkat panjangnya dan terhubung antara satu jalan dengan yang lainnya terbukti berpengaruh besar dalam menurunkan angka kemiskinan.

Pembangunan infrastruktur transportasi massal juga sangat diperlukan karena berpengaruh signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi di kota-kota besar.
Buku ini perlu dibaca oleh kalangan pengambil kebijakan di pemerintahan dan pelaku dunia usaha, para mahasiswa, dan kalangan pemerhati infrastruktur.

Selamat membaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (26/10/2014)

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top